Tips Amankan Sistem Keamanan Windows Yang Anda Wajib Tahu

Mungkin anda pernah atau bahkan sering dibuat kesal oleh ulah virus atau malwere yang melakukan kerusakan sistem pada komputer. Bagaimana tidak jengkel? Karena akan ada berbagai kerusakan yang terjadi akibat virus tersebut. Registrasi yang menjadi pusat mekanisme diacak-acak bahkan diperbaharui oleh virus atau malwere yang tiba-tiba menyusup. Akibatnya, sistem operasi yang ada akan berada pada kondisi blue screen.

Virus atau malwere yang berhasil menyusup ini dikarenakan oleh sistem keamanan Windows yang kurang terjaga. Meskipun mengamankan komputer atau laptop dengan sistem operasi window cukup mudah, namun banyak user yang abai dengan masalah sistem keamanan komputer mereka. Kesadaran akan muncul saat komputer atau laptop terserang banyak virus atau malwere yang mengacak-acak tatanan sistem komputer.

Agar sistem keamanan Windows selalu terjaga, lakukanlah beberapa teknik pengamanan sederhana berikut ini.

1. Terapkan Pasword Bagi User

Ada sebagian user yang menyimpan beberapa pasword browser di komputer. Seperti pasword email, media sosial, online banking, dan lain sebagainya. Ini dimaksudkan untuk mempermudah saat login ke browser tersebut. Mengantisipasi kalau lupa pasword atau ID.

Meskipun berisiko, tapi tetap saja tidak bisa disalahkan. Jika anda sering menyimpan berbagai pasword browser di komputer, pastikan tidak ada orang lain yang bisa mengakses komputer anda.

Caranya, terapkan pasword untuk jalan akses komputer dan kuncilah perangkat anda dengan kunci otomatis saat tidak digunakan. Cara pengaturannya sangat mudah. Masuklah ke menu Setting, lalu pilih Accounts. Kemudian pilih Sign In pasword untuk memberikan pasword. Jangan lupa pilih juga "when PC wakes up from sleep" untuk menyetting perangkat yang tidur harus dibuka dengan menggunakan pasword.

2. Selalu Aktifkan Windows Defender

Kalau zaman dahulu, mungkin anda akan mengandalkan antivirus dari pihak ketiga sebagai pengaman dari serangan virus atau malwere. Namun sekarang Windows telah dilengkapi dengan aplikasi keamanan bawaan yang bernama "Windows Defender".

Dengan mengaktifkan Windows Defender ini bukan berarti anda tidak bisa menginstal antivirus pihak ketiga. Windows Defender ini justru bisa menjadi protektor ganda jika diinstal bersama dengan antivirus pihak ketiga. Cara mengaktifkannya mudah. Cukup masuk menu setting lalu pilih update and security. Kemudian pilih Windows Security dan masuk pada open Windows Defender Security Center.

3. Selalu Teliti Browser

Agar keamanan terus bisa dipantau, jangan malas untuk selalu mengupdate browser. Lebih bagus lagi kalau memilih browser yang secara otomatis selalu terupdate.

Sudah tidak menjadi rahasia lagi dimana ekstensi browser mencuri data milik pegguna. Maka selalu teliti dengan add-on atau ekstensi yang dipasang di browser. Jangan memasang ekstensi jika anda tidak begitu percaya. Pasanglah ekstensi yang benar-benar bisa dipercaya. Jika belum terlalu paham, lebih baik bertanyalah pad ahlinya.

Jika mau mengecek, mudah saja. Saat menggunakan google chrome, anda hanya perlu memilih menu yang berada di kanan atas browser. Lalu klik more tools dan ekstention. Sedangkan jika menggunakan firefox, opsi Ads-Ons bisa anda temukan pada menunya langsung. Begitu juga dengan microsoft Edge. Bisa langsung ditemukan saat anda membuka menu browser dan memilih ekstention.

4. Pilihlah Bahan Downlod

Bagi yang suka mendownload sembarangan, berhati-hatilah. Terutama mendownload konten bajakan. Karena ini rentan sekali dengan virus atau malwere. Lebih baik pastikan mengunduh dari situs resmi atau pada microsoft store.

Perhatikan juga pada proses instal. Meski terkesan mudah, jangan cepat-cepat untuk menekan tombol next-next. Karena bisa jadi tanpa meneliti lebih lanjut justru anda akan ketambahan program yang tidak ada kejelasannya.

5. Sekalu Periksa Izin Aplikasi

Sama halnya dengan smartphone, Windows sekarang juga dilengkapi dengan fitur pengontrolan izin yang bisa dimiliki oleh aplikasi. Hal ini diterapkan untuk meningkatkan keamanan, juga meningkatkan privasi user.

Cara pengaturannya cukup mudah. Anda hanya perlu masuk menu setting, lalu menuju ke Privacy. Lihatlah pengaturan umum di tab general. Atau bisa juga scroll di app permissions jika menginginkan lebih spesifik. Terutama untuk letak kamera dan juga microfon. Pastikan dua aplikasi ini hanya bisa diakses untuk keperluan video call.

6. Bisa Mencoba Masuk Dengan Biometric Login

Selain dengan menggunakan pasword, angka atau huruf, ada cara lain untuk login ke Windows, yaitu dengan menggunakan biometrik login. Login biometrik adalah salah satu cara untuk bisa memasuki sebuah sistem dengan cara pemindaian bagian tubuh tertentu. Misalnya meindai sidik jari, memindai wajah, suara, iris, retina, telapak tangan dan bagian tubuh lainnya yang bisa digunakan.

Biometrik login ini bisa dipilih dengan alasan pasword ketik angka atau huruf sudah tidak bisa dipastikan keamanannya dari serangan virus, malwere atau bahkan tangan jahil hacker yang bisa masuk dan mengacaukan segala penataan sistem. Hal inilah yang menyebabkan pasword perlahan-lahan ditinggalkan. Dan user lebih memilih menggunakan biometrik login untuk memastikan keamanannya.

Tidak mau ketinggalan dengan sitem login smartphone, untuk menjaga keamanan para usernya, Windows meluncurkan sistem operasi yang berbasis teknologi biometrik, yaitu Windows Hello. Dengan menggunakan sistem operasi Windows Hello ini user bisa masuk pada sistem operasi dengan memindai wajah, sidik jari, suara, dan lain sebagainya.

Untuk bisa menggunakannya, harus memasang perangkat untuk memindai anggota tubuh yang akan digunakan untuk login. Jika menggunakan sidik jari, harus sudah ada perangkat yang digunakan untuk memindai sidik jari. Sedangkan jika menggunakan scan wajah atau retina, bisa menggunakan software atau perangkat infra merah untuk bisa mendeteksi wajah atau retina user dengan tingkatan cahaya yang berbeda.

Tak hanya digunakan untuk sistem keamanan. Biometrik login pada komputer juga bisa dimanfaatkan untuk kenyamanan pengguna. Bisakah anda membayangkan jika tiba-tiba anda harus membuka komputer atau laptop yang terkunci dan ternyata anda lupa susunan pasword kuncinya? Jelas ini akan membingungkan. Tidak ada yang bisa anda lakukan selain mencari hacker hebat untuk bisa membobol sistem keamanan kunci pada laptop anda sendiri.

Berbeda jika anda menggunakan login biometrik. Anda hanya tinggal memindai anggota tubuh, misalnya sidik jari atau scan wajah untuk bisa langsung membuka kunci laptop. Tidak perlu ada rangkaian pasword rumit yang harus dihafalkan. Cukup menggunakan anggota tubuh yang kemana-mana selalu dibawa.

Tak hanya sampai di situ. Keamanan akses laptop juga terjaga karena hanya anda saja yang bisa melakukan login dan membuka laptop. Sehingga segala isi laptop akan tetap terjaga tanpa bisa diacak-acak user lain yang tidak punya hak akses.

Itulah 6 cara sederhana yang bisa diterapkan agar sistem keamanan window bisa tetap terjaga. Dari keenam cara di atas, login biometrik adalah cara yang bisa dipertimbangkan lebih matang. Meskipun anda harus membeli perangkat tambahan, namun itu akan sebanding dengan keamanannya.