Seperti Inilah Cara Kerja Fingerprint Absensi

Pada dasarnya, manusia itu adalah makhluk yang unik dan khas yang hanya manusia saja yang punya. Hal tersebut selanjutnya menimbulkan suatu gagasan yang mana menjadikan hal unik yang ada pada manusia tersebut untuk dijadikan sebagai identitas diri. Namun hal tersebut membutuhkan teknologi yang disebut dengan biometrik.

Sedangkan biometrik adalah suatu metode yang kerjanya berfungsi untuk mengidentifikasi atau juga mengenali diri seseorang dengan dilihat dari berdasarkan karakteristik perilaku atau fisik dari orang tersebut. Saat ini biometrik memang mulai menjadi trend dan pilihannya juga bermacam-macam. Di antara pilihan biometrik yaitu sidik jari atau fingerprint, pola suara, pola scan wajah bahkan sampai lapisan iris mata. Pada artikel ini akan kami bahas mengenai cara kerja fingerprint absensi.

Kenali Apa Itu Fingerprint

Pengertian mesin absensi fingerprint atau absen dengan menggunakan sidik jari, yaitu salah satu metode terbaru yang dikembangkan saat ini yang menggunakan mesin. Metode ini juga menggunakan bantuan software guna mengisi data kehadiran atau software absensi pada suatu kelompok, komunitas, atau juga instansi yang memakai absensi fingerprint ini.

Mesin fingerprint tersebut memang khusus dirancang dengan menggunakan teknologi terdepan. Biasanya mesin tersebut memiliki memori dengan kapasitas yang besar dan dilengkapi pula dengan fitur-fitur yang canggih misalnya seperti web server, USB flash, SMS message, schedule bell, work code, function key, disk dan lain sebagainya.

Teknik Pembacaan Fingerprint Atau Sidik Jari

Cara kerja fingerprint absensi yaitu bermula dari proses scanning terhadap sidik jari dilakukan menggunakan alat elektronik yaitu mesin absensi fingerprint. Hasil dari scanning tersebut kemudian akan disimpan di dalam format digital ketika registrasi ataupun enrollment atau juga pendaftaran sidik jari. Kemudian rekaman dari sidik jari itu diproses kemudian dibuatkan suatu daftar pola fitur fingerprint yang unik.

Pola fitur fingerprint yang unik itu selanjutnya disimpan di dalam database atau memori. Pola fingerprint unik tersebut biasa disebut dengan istilah minutiae. Ketika proses identifikasi maka pola minutiae tersebut akan bekerja untuk mencocokkan dengan hasil dari scan sidik jari yang telah dilakukan.

Teknik Penyimpanan

Setelah melakukan pendaftaran atau registrasi kemudian mesin tersebut akan menyimpan pola dari sidik jari yang sudah terdaftar. Pada proses penyimpanan pola sidik jaka ada beberapa teknik penyimpanan, yaitu:

· Data Disimpan Pada Perangkat Fingerprint Absensi

Cara tersebut biasa disebut dengan istilah pendapat desentralisasi. Cara tersebut biasanya terdapat pada mesin fingerprint tipe standalone, yaitu mesin fingerprint yang bisa digunakan tanpa harus terhubung dengan komputer. Sedangkan data-datanya akan disimpan pada memori di mesin itu sendiri. Keuntungan dari menggunakan metode tersebut yaitu terapatnya suatu kecepatan di dalam proses pencocokan dan juga mesin absensi fingerprint bisa ditaruh di mana saja bahkan jauh dari komputer.

· Data Disimpan Pada Database Komputer

Cara tersebut dikenal dengan istilah sentralisasi. Cara tersebut biasanya terdapat pada mesin fingerprint tipe online atau bisa dijalankan dengan terhubung ke komputer. Data-data sidik jari yang harus diregistrasikan tersebut kemudian akan langsung disimpan pada database di hardisk komputer. Keuntungan dari metode tersebut yaitu dari segi kapasitas penyimpanannya yang begitu besar yang sesuai dengan kapasitas dari hard disk komputer

· Data Sidik Jadi Disimpan Di Kartu Pemilik

Cara tersebut biasa disebut dengan desentralisasi. Data sidik jari tersebut akan disimpan di dalam kartu si pemilik. Caranya yaitu diawali dengan registrasi sidik jari pada mesin, selanjutnya data dari sidik jari tersebut akan ditulis oleh mesin fingerprint ke suatu kartu misalnya seperti kartu mifare card. Pada saat proses verifikasi dilakukan dengan memakai kartu yang di dalamnya sudah ada data sidik jarinya.

Pada saat proses verifikasi tentu saja akan banyak sekali sidik jari yang tersimpan dan akan memakan banyak waktu, oleh karena itu tersedia beberapa metode untuk mengurangi waktu pencarian verifikasi, antara lain:

· Metode One To One

Metode one to one ini mengharuskan bagi pemilik maupun karyawan terlebih dahulu untuk mengetikkan nomor ID dan disusul dengan meletakkan sidik jarinya pada alat fingerprint absensi. Dengan cara tersebut maka mesin fingerprint absensi ini hanya akan melakukan pengecekan terhadap pola sidik jari si pemilik nomor ID tersebut.

· Mengelompokkan Dalam Grup

Karyawan atau pengguna yang sudah terdaftar di mesin atau alat fingerprint absensi akan dikelompokkan dengan berdasarkan kelompok-kelompok. Dengan metode tersebut maka mesin fingerprint absensi akan mencari sidik jari yang terdapat di kelompok karyawan atau pengguna yang bersangkutan.

· Dikelompokkan Ke Dalam Tipe Sidik Jari

Pada metode tersebut maka mesin fingerprint absensi akan mengelompokkan data-data sidik jari ke dalam suatu kelompok yang berdasarkan dari tipenya, yaitu antara lain right loop, whorl, tented arch, arch, dan lain sebagainya. Selain itu, juga dikelompokkan dengan berdasarkan banyaknya jumlah ridge yang muncul pada empat arah dari 0°, 45°, 90° dan 135°.

Cara Kerja Akses Kontrol Pintu Fingerprint

Cara kerja dari akses kontrol pintu yang telah memakai fingerprint, yaitu bekerja dengan berdasarkan dari prinsip kerja mesin identifikasi fingerprint. Sama halnya dengan mesin fingerprint absensi, mesin akses kontrol sidik jari ini para penggunanya harus melakukan registrasi sidik jari terlebih dahulu. Sampel dari sidik jarinya kemudian akan disimpan di alat fingerprint. Setelah berhasil didaftarkan, maka pengguna harus melakukan pengaturan-pengaturan yang terkait dengan akses kontrol tersebut, misalnya seperti timezone, grup, antipassback, kombinasi akses, dan lain sebagainya.

Saat si pengguna fingerprint melakukan verifikasi pada alat fingerprint tersebut, maka selanjutnya mesin fingerprint itu akan melakukan suatu pemeriksaan terhadap data, apakah sidik jari yang sudah di scanning tadi cocok dengan salah satu sidik jari yang ada di dalam penyimpanan alat fingerprint tersebut ataukah tidak. Jika ada yang cocok maka alat itu kemudian akan mengirimkan suatu sinyal ke alat akses kontrol. Setelah itu, alat tersebut akan membuka ataupun menutup relay. Akibatnya dari tertutup ataupun terbukanya relay itu maka kunci atau door lock akan terbuka dan bagi penggunanya bisa melakukan akses.

Selama ini sudah tersedia berbagai tipe mesin akses kontrol pintu yang telah berhasil terintegrasi dengan alat lainnya seperti sensor sidik jari kepada handle pintu. Untuk menggunakannya yaitu dengan cara si pengguna terlebih dahulu harus melakukan verifikasi terhadap sidik jarinya, selanjutnya memutar handle pintu tersebut untuk bisa membukanya.

Mesin akses kontrol tersebut, selain menggubakan sidik jari juga biasanya dilwngkapi pula dengan metode verifikasi yang menggunakan kata sandi atau password dan juga kartu. Metode verifikasi itu dapat dikombinasikan dengan kartu + sidik jari atau juga dengan kombinasi lainnya. Semuanya itu, tergantung dari fitur-fitur yang telah diberikan oleh masing-masing vendor. Dengan begitu maka akan menambahkan keamanan sebab selain menggunakan sidik jari yang merupakan unik juga menggunakan kombinasi password dan juga nomor kartu.

Nah, itulah tadi pengertian tentang fingerprint dan juga cara kerja fingerprint absensi. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Anda apalagi di zaman yang sudah serba teknologi, maka kita juga harus mengikuti zaman. Salah satu dari mengikuti zaman, yaitu dengan menggunakan teknologi fingerprint.