Perkembangan Teknologi Dari Contoh Paspor Dan Visa Multiple Entry

Perkembangan teknologi saat ini sudah mulai diterapkan dalam layanan pemerintahan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Keberadaan teknologi menjadikan seseorang bisa dengan leluasa menjelajahi dunia. Perbaikan layanan pemerintah ini tak hanya bertujuan memudahkan seseorang pergi keluar negeri membawa serta contoh paspor dan visa biometric. Tapi juga menawarkan kemudahan yang cukup memanjakan pengunjung.

Fungsi Dari Paspor Dan Visa

Meskipun sama-sama dibawa saat bepergian keluar negeri, kedua dokumen penting ini memiliki fungsi yang berbeda. Paspor merupakan dokumen yang digunakan saat berpergian keluar negeri berisi identitas warga Negara. Dokumen ini harus selalu ditunjukkan saat memasuki wilayah negara lain, meskipun telah ada kesepakatan boleh masuk menggunakan dokumen lain. Paspor dapat digunakan berkali-kali asalkan masa berlakunya masih ada.

Sedangkan visa digunakan sebagai dokumen yang berisi tanda ijin seseorang memasuki wilayah negara lain. Dokumen ini ditunjukkan saat memasuki Negara lain melalui pintu imigrasi, seperti bandara, pelabuhan dan jalur perbatasan. Terdapat berbagai jenis visa sesuai dengan tujuan pemegang dokumen tersebut.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Paspor

Apabila seseorang ingin membuat paspor, terutama e-paspor perlu mengetahui hal-hal penting yang harus dipahami. Dengan memperhatikan beberapa hal penting tersebut maka pemohon pengajuan paspor dapat mengatasi masalah yang mungkin akan muncul. Tentu saja pemohon dapat mempersiapkan segala hal yang diperlukan sehingga tidak terburu-buru. Persiapan yang matang akan lebih memudahkan proses. Hal penting tersebut kurang lebih sebagai berikut:

  • Metode Walk-in

Untuk mengajukan permohonan paspor, saat ini pemerintah telah menyediakan layanan registrasi secara online. Pendaftaran yang dilakukan secara online tersebut dapat mempersingkat waktu dan pemohon tidak perlu mengantri panjang untuk menunggu panggilan. Meskipun telah mendaftar melalui registrasi online, pemohon harus mengurus ke kantor imigrasi yang ditunjuk. Pembuatan e-paspor pun hanya dilakukan dengan dating langsung ke kantor imigrasi.

  • Memilih Paspor Konvensional Atau E-Paspor

Setidaknya dalam hal pemilihan mengurus paspor konvensional atau e-paspor, pemohon harus benar-benar bisa menentukan prioritas. Bagi pemohon yang ingin mengajukan e-paspor, sebaiknya menunggu sampai masa berlaku paspor konvensional telah habis. Apabila paspor konvensional masih berlaku, maka pemohon akan kesulitan mengurus e-paspor. Tidak disarankan pula mengurus e-paspor sedangkan masih memiliki paspor konvensional yang berlaku. Pemohon harus memilih salah satu karena kedua jenis paspor tersebut memiliki fungsi yang sama.

  • Kantor Pembuatan E-Paspor

Di negara Indonesia, pembuatan e-paspor sementara ini hanya bisa dilakukan di kantor imigrasi Surabaya, Batam dan DKI Jakarta. Apabila pemohon bertempat tinggal di luar daerah tersebut, tetap harus mendatangi salah satu kantor imigrasi tersebut. Lebih baik memilih kantor imigrasi yang terdekat dari rumah agar tidak memakan waktu perjalanan yang panjang dan melelahkan. Tapi untuk pemohon paspor konvensional bisa mengurus di kantor imigrasi daerah masing-masing.

Kelebihan Dari E-Paspor

Seiring dengan perkembangan jaman yang diikuti dengan arus teknologi, beberapa Negara telah menerapkan e-paspor atau paspor elektronik. Ada kelebihan yang pemohon dapatkan apabila menggunakan e-paspor.

Di dalam paspor elektronik terdapat data biometrik yang sifatnya rahasia. E-paspor akan memiliki identitas pemilik yang lebih lengkap. Data-data tersebut sangat akurat. Data biometrik yang ada pada e-paspor adalah informasi pribadi, sidik jari, bahkan sudah ada negara yang menambahkan scan wajah.

Data biometric tidak boleh dikeluarkan sembarangan. Data tersebut dibuat berdasarkan standar ICAO (Internasional Civil Aviation Organisasi), yaitu lembaga penerbangan internasional dibawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa). Banyak Negara yang telah menggunakan data biometric yang dikeluarkan oleh ICAO, seperti Malaysia, Jepang, Australia, Swedia, Selandia Baru dan Amerika Serikat.

  • Dilengkapi Dengan Chip

Paspor elektronik dilengkapi dengan chip khusus. Chip yang dipasang berisi tentang data-data biometric pemegang e-paspor. Chip ini hanya bisa dilihat oleh petugas imigrasi di bandara, pelabuhan, atau perbatasan negara. Chip ini menyimpan data yang akurat dan sulit untuk dipalsukan oleh pihak tak bertanggung jawab. Dengan demikian seluruh data pemegang paspor tersimpan aman.

  • Jalur Khusus

Dengan paspor konvensional, pemegang paspor harus rela mengantre di pintu pemeriksaan imigrasi. Biasanya, antrean tersebut sangat panjang dan menyita banyak waktu. E-paspor memberikan kemudahan dalam hal pemeriksaan. Di Indonesia telah menerapkan automatic gate system bagi pemegang paspor elektronik. Pemegang e-paspor hanya perlu menuju automatic gate Indonesia untuk melakukan pemindaian sebelum memasuki boarding gate.

  • Kemudahan Mendapatkan Visa Kunjungan

Sudah menjadi hal yang wajar bila orang yang memiliki paspor konvensional lebih sulit mendapatkan visa daripada pemegang e-paspor. Kelengkapan data yang ada pada e-paspor memberikan kesempatan lebih mudah untuk mendapatkan visa kunjungan. Ini disebabkan karena e-paspor menyimpan data pemegang yang akurat. Kedutaan menjadi lebih percaya saat dilakukan verifikasi data. Bahkan pemegang e-paspor akan lebih mudah mengurus visa multiple entry.

Pengertian Visa Multiple Entry

Visa multiple entry merupakan dokumen ijin berkunjung ke suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, visa ini berlaku selama lima tahun. Dengan menggunakan visa multiple entry, seseorang bisa berkunjung bolak-balik ke suatu negara tanpa harus mengurus visa lagi selama tidak melewati jangka waktu pemakaian visa.

Negara Yang Memberikan Visa Multiple Entry Untuk Indonesia

Berkunjung ke luar negeri pun sekarang telah lebih mudah. Hal ini berkaitan pula dengan masalah pengajuan dokumen. Saat ini sekali mengurus visa, maka seseorang bisa berulang kali berkunjung ke beberapa negara yang telah menerapkan visa multiple entry. Visa jenis ini juga berlaku bagi warga Indonesia yang akan berkunjung. Negara-negara tersebut, antara lain:

  • Korea Selatan

Wabah Kpop dan Kdrama agaknya menjadikan Korea sebagai tujuan berlibur dan travelling. Negeri ginseng ini memberi kesempatan kepada warga Indonesia yang berkunjung menggunakan visa multiple entry. Visa ini bisa didapatkan dengan syarat, yaitu pernah berkunjung ke Korea Selatan meskipun hanya sekali. Kesempatan bebas berkunjung ke Korea Selatan berlaku selama lima tahun dengan ijin tinggal 30 hari.

  • Jepang

Pengunjung negeri matahari terbit yang berasal dari Indonesia agaknya sangat dimanjakan dengan visa multiple entry. Visa tersebut telah diberlakukan sejak tanggal 1 September 2012. Dengan menggenggam visa ini, warga Indonesia dapat mengunjungi Jepang berkali-kali dalam kurun waktu lima tahun.

  • Australia

Sejak tanggal 1 Desember 2015, Australlia telah melayani pembuatan visa multiple entry bagi Indonesia. Masa berlaku visa ini di Australia adalah tiga tahun. Dengan memegang visa ini, warga Indonesia bisa keluar-masuk Australia berulang kali.

Tak salah bila pada akhirnya orang tertarik pergi keluar negeri dengan berbagai tujuan, seperti kunjungan keluarga, bisnis atau hanya sekedar bisnis. Ini dikarenakan akses layanan pemerintah yang semakin modern dengan penggunaan teknologi biometric. Penggunaan teknologi tersebut dapat mempererat hubungan kerja sama antar negara, sekaligus memberi kesempatan pada warga Indonesia mempelajari dan mendapat pengalaman baru.