Penerapan Biometrik Teknologi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mungkin banyak yang tidak menyadari dan kurang menyadari adanya penerapan dan penggunaan biometrik teknologi dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Selain itu, tidak sedikit pula yang mengetahui bahwa hasil dari penemuan teknologi ini telah memunculkan dorongan bagi manusia untuk mengubah perilaku mereka sendiri. Terutama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan.

Penggunaan biometrik teknologi mulai berawal pada 2 Mei 1966. Pada tanggal tersebut, seorang ilmuwan bernama James Goodefellow berhasil memperoleh hak paten atas pemakaian teknologi Personal Identification Number atau PIN. Teknologi ini merupakan cikal bakal adanya penemuan-penemuan teknologi lain yang lebih modern dan saling berkaitan erat.

Kemunculan Biometrik Teknologi

Beberapa puluh tahun sejak teknologi PIN diterapkan, muncul teknologi lain yang sangat terkenal dengan sebutan teknologi biometrik. Beberapa contoh hasil penemuan teknologi ini adalah sidik jari, getar suara retina dan pemindaian wajah manusia. Semua sering dipergunakan sebagai standar keamanan dengan kualitas yang lebih sempurna dan mumpuni dibanding penggunaan PIN.

Bagi yang belum mamahami, biometrik adalah suatu istilah yang memiliki hubungan erat dengan karakteristik terukur dan bersifat unik pada tiap-tiap individu manusia seperti sidik jari atau retina mata. Apabila PIN masih dapat dibobol bahkan dicuri orang dengan cara mengetahui semua nomor rahasia atau password, tidak demikian dengan biometrik.

Biometrik merupakan sebuah teknologi pengaman yang sistemnya bekerja berdasar identitas milik seseorang, dimana identitas tersebut bersifat melekat. Jadi setiap individu selalu memiliki identitas unik yang selalu tidak sama alias berbeda-beda. Jadi sangatlah sulit bagi orang-orang atau pihak yang memiliki niat jahat untuk membuat tiruan indentitas unik yang juga sering dinamakan sebagai identitas biologis tersebut.

Perkembangan Penggunaan Biometrik Teknologi

Penggunaan biometrik teknologi dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya telah mulai dilakukan sejak lama. Misalnya penerapan sidik jari untuk mengetahui dan mencari identitas seseorang oleh lembaga kepolisian, ijasah kelulusan, KTP dan sebagainya. Hampir dipastikan, orang yang sedang melakukan sidik jari tidak menyadari jika dirinya sedang menerapkan biometrik teknologi.

Istilah ini sendiri mulai populer ketika vendor smart phone Motorola pada tahun 2011 menciptakan sistem pengamaman atas penggunaan perangkat tersebut dengan sidik jari. Beberapa tahun setelah itu tepatnya 2013, makin banyak yang mulai memahami arti dan definisi sesungguhnya biometrik teknologi. Apalagi setelah vendor Apple melakukan hal yang sama dengan sebutan Touch ID.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan, perusahaan Google juga ikut memanfaatkan biometrik teknologi meski dengan cara yang agak berbeda. Teknik yang digunakan adalah teknik pengenalan wajah atau face recognition. Tapi sayangnya ketika itu teknologi yang diciptakan oleh Google tersebut belum dapat bekerja secara sempurna dan masih ada kelemahannya.

Namun pada sisi yang lain saat ini makin banyak perusahaan yang mulai melakukan sistem absensi pada semua karyawannya dengan menggunakan teknologi yang sama, yaitu mesin absensi mata. Hal ini dilakukan untuk mengganti mesin absensi manual yang dianggap sudah tidak lagi praktis dan butuh waktu lama bahkan sering menimbulkan antrian panjang.

Di luar itu semua, beberapa tahun lalu pemerintah Indonesia juga sudah menggunakan biometrik teknologi. Salah satunya adalah perubahan pemakaian KTP lama atau KTP biasa yang digantikan dengan KTP elektronik atau e-KTP. Beda dengan KTP biasa, e-KTP ini dilengkapi dengan sebuah lapisan khusus atau chip yang didalamnya terdapat data sidik jari dan retina mata pemiliknya.

Jadi risiko atas kasus penyalahgunaan kartu identitas tersebut dapat diperkecil dan diminimalkan. Sehingga bisa dikatakan bahwa masyarakat sudah diajak untuk menerapkan pemakaian biometrik teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Bukan itu saja, bagi yang sering melakukan kegiatan perjalanan ke negara lain saat ini juga dapat menggunakan paspor elektronik atau e-paspor. Sama halnya dengan KTP. E-paspor juga memiliki chip khusus untuk menyimpan berbagai macam data secara lebih lengkap. Bukan hanya sidik jari, retina mata dan foto wajah saja yang tersimpan dalam chip tersebut, melainkan juga data-data lain seperti tanggal kelahiran, jenis kelamin, pekerjaan dan masih banyak lagi.

Pemanfaatan Biometrik Teknologi Di Berbagai Bidang

Banyak yang menyebutkan bahwa biometrik teknologi adalah suatu teknologi keamanan terbaik di masa depan. Penyebabnya antara lain adalah karena banyak sekali sektor maupun bidang-bidang pekerjaan yang bisa dikerjakan sekaligus diselesaikan dengan hasil lebih bagus melalui teknologi ini. Beberapa contohnya antara lain:

1. Bidang Otomotif

Sangat diyakini, beberapa tahun mendatang dunia otomotif dan kendaraan bermotor akan berhasil menciptakan sistem yang lebih bagus dan canggih. Sehingga risiko adanya kasus pencurian dapat dihilangkan. Penyebabnya, tentu saja karena banyak pabrikan yang sudah menerapkan teknologi biometrik pada kendaraan bermotor hasil produksinya.

Misalnya pada bagian pintu mobil, hanya dapat dibuka oleh pemiliknya saja melalui sentuhan jari atau sidik jari. Demikian pula dengan teknik lain untuk menghidupkan mesinnya, juga menerapkan metode yang sama. Beberapa pabrikan otomotif kelas dunia sudah mulai merintis teknologi seperti ini.

2. Bidang Hukum

Pemakaian biometrik teknologi dalam kehidupan sehari-hari juga bisa diterapkan dalam bidang hukum. Sebagaimana yang sudah dijelaskan, teknik pengenalan identitas pelaku kriminal itu dapat dilakukan melalui sidik jari dan hal ini sejak dulu sudah sering dilakukan oleh lembaga kepolisian.

Kemudian dengan adanya penemuan biometrik terbaru, polisi dan aparat penegak hukum lainnya makin terbantu. Untuk pengenalan identitas penjahat, selain sidik jari juga bisa menggunakan alat scan wajah yang sebelumnya sudah diintegrasikan dengan data-data milik penduduk. Pemakaian metode scan ini biasanya dilakukan dengan inframerah kepada sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

3. Layanan Finansial Dan Perbankan

Makin maraknya tindak kejahatan cyber yang terjadi dalam bidang finansial khususnya perbankan telah memunculkan dorongan untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih bagus lagi. Karena itu biometrik teknologi dijadikan sebagai pilihan utama untuk mengatasi segala bentuk kejahatan cyber tersebut.

Misalnya penggunaan kartu ATM yang tidak hanya mengandalkan PIN saja, namun juga memakai sistem lain seperti otentifikasi wajah atau suara pemiliknya. Bahkan mulai diterapkan sistem lain yang semakin canggih, yaitu detak jantung. Meski saat ini belum banyak yang menerapkan metode ini, namun sangat diharapkan di masa-masa mendatang bisa semakin populer dan memasyarakat.

4. Bidang Kesehatan

Bidang kesehatan juga bisa menjadi bagian dari penerapan biometrik teknologi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Misalnya untuk menyimpan data hasil pemeriksaan medis pasien pada sebuah kartu atau chips khusus. Dengan adanya teknologi ini, dokter akan lebih mudah melakukan proses pemeriksaan sekaligus menentukan metode pengobatan untuk pasien. Selain itu juga untuk menghindari kasus-kasus penyalahgunaan asuransi kesehatan,

Selain yang disebutkan di atas, masih banyak contoh lainnya terkait dengan pemanfaatan biometrik teknologi. Misalnya industri perhotelan untuk memberi layanan privacitas bagi para tamunya yang ingin masuk atau keluar kamar. Sedangkan dalam lingkup rumah tangga, teknologi ini juga dapat diterapkan untuk menciptakan sistem buka tutup pintu yang lebih aman.

Di masa-masa yang akan datang, sangat dimungkinkan jika penerapan biometrik teknologi dalam kehidupan sehari-hari akan semakin sering dilakukan oleh masyarakat. Karena dengan adanya teknologi ini, berbagai kemudahan dan kepraktisan akan selalu dirasakan dan dinikmati oleh siapa saja yang menggunakannya. Intinya, hanya tinggal menunggu waktu saja.