Memilah Dan Memilih Kamera CCTV Terbaik

Ada banyak alasan seseorang menggunakan kamera pengawas atau CCTV (Closed Circuit Television). Dari berbagai alasan itu, faktor keamanan adalah paling utama. Keberadaan kamera CCTV terbaik akan melengkapi beragam jenis peralatan keamanan lainnya, seperti gembok atau kunci, sensor suara, fingerprint, alarm, dan sejenisnya.

Hal itu pula yang membuat perkembangan CCTV semakin luas. Tidak hanya ditempatkan untuk kawasan perumahan, kamera CCTV juga jamak digunakan di berbagai fasilitas publik, area pertokoan, hingga perusahaan-perusahaan. Dan terbukti, keberadaan CCTV mampu menekan angka kriminalitas karena kemampuannya mencegah tindak kejahatan dan menyimpan atau merekam suatu peristiwa.

Mereka yang berniat jelek tentunya berpikir ulang jika mengetahui suatu tempat dilengkapi dengan kamera CCTV. Tidak hanya membuat aktivitas kejahatannya cepat diketahui, rekaman dalam CCTV akan menjadi bukti kuat yang dapat menyeretnya ke penjara. Cukup tempatkan CCTV di tempat-tempat yang terlihat atau tidak terlihat oleh orang lain, otomatis akan mencegah kemungkinan terjadinya kriminalitas.

Selain untuk keamanan, CCTV juga sangat membantu proses pengawasan bagi mereka yang membutuhkannya. Misal, pemilik perusahaan yang hendak mengetahui kinerja anak buahnya ketika ia sedang berada di tempat lain. Dengan adanya CCTV, hal tersebut dapat dengan mudah ia lakukan. Keberadaan CCTV akan membantunya melihat dan memantau kinerja bawahannya secara langsung (real time) maupun melalui rekaman yang tersimpan di CCTV.

Contoh lain, seorang ibu yang bekerja dan menitipkan anaknya ke pengasuh. Melalui bantuan CCTV, ia bisa tetap memantau kondisi anaknya meski sedang berada di tempat kerja. Tak hanya itu, ibu tersebut juga bisa memberikan perintah langsung ke pengasuh jika diperlukan. Jadi, kekhawatiran karena meninggalkan pengasuhan anak ke orang lain dapat lebih diminimalisasi.

Tiga Kiat Memilih Kamera CCTV Terbaik

Mulanya CCTV hanyalah berupa alat monitor peluncuran roket Angkatan Bersenjata Jerman tahun 1942. Diproduksi oleh Siemens AG, dan Walter Bruch yang dikenal sebagai perancangnya. Setelah Perang Dunia II berakhir, penggunaan CCTV tidak hanya untuk peralatan militer tapi juga dikembangkan sebagai alat keamanan. Tercatat pada 1968, Orleans di New York sebagai kota pertama yang memasang CCTV di berbagai fasilitas pemerintah dan publik.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kamera CCTV saat ini dilengkapi fitur-fitur canggih. Yakni berupa daya tahan terhadap berbagai kondisi cuaca (weatherproof) dan anti air (waterproof) sehingga memungkinkan CCTV dipasang di luar ruangan (outdoor), mampu digunakan saat malam atau kondisi gelap (night vision), dapat mendeteksi pergerakan (motion detection), hingga fitur yang memungkinkan CCTV terkoneksi internet dan gadget.

Beragam kecanggihan ini tentunya membuat kualitas CCTV semakin baik. Namun, ada baiknya dipahami bahwa tidak setiap fitur yang canggih tersebut, menjamin kebutuhan setiap penggunanya. Contoh, ada yang membutuhkan CCTV dengan resolusi tinggi namun tidak terlalu membutuhkan fitur untuk kondisi gelap atau malam. Begitu juga sebaliknya, ada yang memerlukan CCTV di tempat gelap, sedangkan resolusi atau ketajaman gambarnya tidak terlalu tinggi.

Nah, supaya dapat menemukan CCTV yang dibutuhkan tanpa terlalu dipusingkan dengan berbagai fitur canggih, berikut ini tiga kiat memilihnya:

  1. Cermati Kualitas Gambar Atau Video CCTV

Hal pertama yang perlu diketahui dan jadi bahan pertimbangan memilih CCTV adalah kualitas gambar atau video yang dihasilkan. Lazimnya, CCTV dengan harga pasaran atau murah memiliki ketajaman gambar yang tidak terlalu tinggi. Ini karena CCTV dengan harga murah berbasis teknologi analog dengan resolusi rendah (line gambar 420-700 TVL/gambar). Meski begitu, CCTV dengan harga murah ini termasuk banyak diminati. Selain harganya yang lebih ringan di kantong, banyak pengguna CCTV tidak terlalu membutuhkan kualitas gambar yang jernih. Asalkan kamera tersebut bisa awet atau tahan lama, maka tidak menjadi masalah.

Jadi, kalau menginginkan CCTV dengan kualitas gambar yang tajam, maka persiapkan anggaran yang lebih besar. Karena semakin tinggi resolusi gambar dari CCTV maka semakin mahal pula harga yang ditawarkan. Apalagi jika CCTV tersebut menggunakan teknologi berbasis digital dan terkoneksi internet. Harga yang ditawarkan bisa mulai dari belasan hingga jutaan rupiah. Bandingkan dengan harga CCTV berbasis teknologi analog, harga di pasaran sekitar ratusan ribu rupiah hingga jutaan.

  1. Cermati Spesifikasi Dari CCTV

Jenis kamera CCTV terbaik bukan hanya dilihat dari tajam atau tidaknya kualitas gambar yang dihasilkan. Perhatikan pula spesifikasi lainnya, seperti kualitas sensor gambar (jika menggunakan CCTV dengan teknologi digital), jarak yang bisa dijangkau kamera (effective range), kemampuan menghasilkan gambar meski malam hari (punya fitur infra red), tipe atau jenis CCTV indoor atau outdoor, sumber daya dan ketahanan CCTV bisa terus aktif. Termasuk pula spesifikasi terkait perangkat pendukung kamera pengawas itu, seperti kapasitas hardisk untuk menyimpan gambar, jenis perekam gambar digital (DVR), dan kabel-kabel yang menunjangnya.

Memang terkesan merepotkan ketika dihadapkan pada pilihan untuk mencermati spesifikasi dari setiap jenis CCTV yang hendak dibeli. Selain butuh waktu dan ketelitian, pemahaman mengenai fungsi dari setiap spesifikasi tersebut tentunya amat dibutuhkan. Tapi segala bentuk kerepotan itu akan terbayar dengan ditemukannya jenis kamera CCTV terbaik. Kalau pun pemahaman mengenai fungsi spesifikasi dari CCTV kurang terlalu mendalam, bisa disiasati dengan banyak membaca dan bertanya. Luangkan waktu untuk riset kecil-kecilan. Jangan terburu-buru mencari kamera CCTV terbaik, apalagi sampai terpikat iklan penawaran CCTV yang banyak beredar. Tidak jarang iklan CCTV menawarkan jenis produk yang meskipun berkualitas, namun bukan yang terbaik.

  1. Cermati Nilai Ekonomis Dari CCTV

Kiat terakhir, setelah mencermati kualitas gambar dan spesifikasinya, pertimbangkan mengenai value for money atau nilai ekonomis dari CCTV yang hendak dibeli. Ajukan pertanyaan ke diri sendiri, apakah memilih CCTV dengan harga dan spesifikasi yang diinginkan, memang sebanding dengan nilai ekonomis dari CCTV tersebut. Perhitungan kembali seberapa besar manfaat dari CCTV dengan nilai tukarnya.

Jika memang tidak dibutuhkan CCTV dengan fitur canggih dan harga mahal, maka memilih CCTV harga murah namun tetap bermanfaat itu lebih baik. Sebaliknya, jika harga mahal dari CCTV sebanding dengan kinerja yang diharapkan dari kamera pengawas itu, maka jangan ragu membelinya.

Contoh, kurang tepat dari sudut pandang value for money jika membeli CCTV canggih, namun untuk keperluan pengawasan rumah kediaman atau gedung-gedung pemerintahan dan perusahaan yang tidak terlalu besar. Terkesan penghambur-hamburan uang dan nilai guna dari CCTV itu sendiri. Namun, jika CCTV canggih itu ditempatkan untuk mall-mall besar atau gedung-gedung pemerintahan dan perusahaan yang butuh keamanan tingkat tinggi, maka keberadaan CCTV dengan fitur canggih dan mahal adalah keharusan.

Semoga panduan dalam memilah dan memilih kamera CCTV terbaik ini, dapat membantu siapa pun. Ingat, harga, dan merek ternama tidak selamanya memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan. Hal ini pun berlaku ketika mencari dan hendak membeli kamera pangawas atau CCTV.