Memahami Kode Otentikasi Bukalapak Dan Sejarah BL

Pernah mendengar nama situs Bukalapak.com? Atau bahkan Anda mungkin sering melakukan transaksi jual beli di situs ini? Ya, Bukalapak adalah salah satu situs jual beli online (e-commerce website) terbesar di Indonesia. Tak main-main, bisnis Bukalapak (BL) sudah sekelas start up Unicorn, yang punya nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolas AS. Nah, salah satu kebijakan dari BL bagi mereka yang hendak menjual barangnya adalah kode otentikasi Bukalapak. Apa itu, yuk kita cari tahu?

Sejarah Bukalapak

Namun sebelum membahas mengenai kode otentikasi Bukalapak, ada baiknya kita mengetahui awal mula BL dibangun oleh pendirinya, Achmad Zaky. Hal ini bertujuan agar kita memahami secara lengkap alasan dibalik kebijakan otentifikasi itu dibuat. Kebijakan yang pastinya tidak untuk menyusahkan apalagi sampai merugikan mereka yang hendak membuka lapak onlinenya di sini.

Pada tahun 2010, tepatnya tanggal 10 Januari, BL secara resmi didirikan. Pendirian BL disambut antusias oleh masyarakat, terutama dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam waktu singkat, telah ada sekitar 10.000 pelaku UMKM tercatat menjual barangnya di BL. Jumlah ini terus meningkat pesat. Pada tahun 2015 saja, jumlahnya meningkat hingga mencapai 100 kali lipat, yakni 500.000 UMKM tercatat sebagai penjual di BL. Dan saat ini, ada sekitar 1 juta pengunjung di website Bukalapak dengan perputaran uang mencapai 4-5 miliar setiap harinya.

Respon dari UMKM dan perkembangan BL yang luar biasa pesat, kiranya sesuai dengan harapan dari Achmad Zaky sebagai pendirinya. Lulusan IT ITB ini memang menggagas membuka BL berawal dari keprihatinan terhadap nasib para UMKM, yakni mereka yang tidak memiliki modal besar untuk memulai bisnisnya. Jangankan menyewa ruko atau kios untuk menjual barang-barang mereka, sekadar menyewa lapak atau tempat sementara saja, banyak yang tidak mampu melakukannya.

Selain itu, mayoritas pelaku UMKM belum melek terhadap dunia jual beli online. Padahal, jual beli online punya banyak kelebihan dibanding jual beli konvensional. Selain lebih praktis, kelebihan jual beli adalah modal untuk tempat usaha yang sangat minim, bahkan tidak ada sama sekali. Jual beli online juga punya daya jangkau pemasaran yang sangat luas.

Achmad Zaky juga mencermati pada saat itu, belum ada satu pun situs jual beli online yang dikelola secara profesional. Padahal, potensi dari situs jual beli online sangat besar. Setiap hari ada sekitar 50 juta orang di Indonesia yang aktif di dunia maya/online. Jumlah ini terus meningkat setiap saat. Sayangnya, mayoritas dari jumlah tersebut lebih banyak menghabiskan waktunya di media sosial. Sekadar bercengkrama atau disibukkan oleh hal-hal yang cenderung tidak produktif.

Gagasan untuk mendirikan BL pun lahir. Perpaduan antara idealisme memajukan UMKM dan naluri bisnis di dunia online. Keberadaan BL sebagai marketplace yang dikelola secara profesional pun menarik minat para investor. Tak tanggung-tanggung, investor dari luar negeri banyak yang menawarkan modalnya. Adanya suntikan dana dari para investor yang mencapai ratusan miliar rupiah itu, membuat bisnis BL berlari kencang. Saat ini, BL termasuk perusahaan e-commerce besar yang patut dibanggakan di Indonesia.

Kemudahan Dan Keamanan Bertransaksi

Ada tiga jenis e-commerce yang populer di Indonesia, yakni iklan baris, retail online, dan marketplace online. Nah, BL termasuk ke dalam jenis marketplace online. Jika dalam dunia nyata, marketplace online serupa pasar atau mall yang menjual beragam produk. Karakteristik BL pun seperti itu.

Di sini, para pembeli (buyer) dapat mencari barang apa saja yang ia butuhkan, seperti sepeda/motor, komputer, alat elektronik, ponsel, busana, perlengkapan bayi, perlengkapan rumah tangga, dan lain-lain. Tidak hanya barang baru, barang bekas pun ada. Harga yang ditawarkan para penjual (pelapak) juga variatif. Dari yang sepuluh ribuan hingga jutaan rupiah. Bahkan tidak sedikit ditemukan barang-barang yang dijual di BL harganya lebih murah dibanding harga pasar.

Cara mengaksesnya pun mudah. Buyer cukup mengakses web Bukalapak.com, lalu isi data pembelian dan klik tab Beli Tanpa Akun (fitur Quick Buy). Jadi, buyer tidak perlu melakukan registrasi akun pembelian terlebih dahulu. Cukup mencantumkan alamat email aktif dan alamat pengiriman barang saat sudah memutuskan membeli barang tertentu. Hal yang sangat memanjakan para buyer ini berlaku sejak 25 Juni 2014.

Fitur Quick Buy ini berlaku khusus bagi buyer, agar mereka tidak direpotkan ketika membeli barang. Ada pun untuk pelapak, aturannya tidak sesederhana itu. BL memiliki suatu sistem yang dirancang untuk memberikan keamanan bagi para buyer. Karena sangat sering terjadi kecurangan pada proses transaksi jual beli online yang merugikan para buyer. Misal, uang pembelian sudah dikirim ke pelapak, namun barang yang dipesan tidak kunjung tiba. Pun tidak sedikit buyer yang merasa ditipu, karena barang yang dibeli kualitasnya tidak sesuai pesanan.

Supaya hal tersebut tidak terjadi, BL memposisikan sebagai penghubung antara buyer dengan pelapak. Jadi, transaksi jual beli buyer dengan pelapak tidak secara langsung. Mekanismenya seperti ini, ketika buyer memesan barang yang hendak dibeli, BL akan memberikan tagihan via email yang harus dibayar dalam tenggat waktu tertentu. Nominal tagihan dikirim ke rekening khusus yang dikelola oleh BL, yang disebut dengan istilah Dana Dompet. Setelah buyer melakukan pembayaran, BL akan mengontak pelapak untuk mengirimkan barangnya ke alamat buyer. Jika barang sudah terkirim dan buyer merasa puas dan kemudian mengkonfirmasinya ke BL, barulah uang pembelian di Dana Dompet bisa dicairkan oleh pelapak.

Kode Otentikasi Bukalapak

Untuk bisa menjual barang dan mengakses uang di Dana Dompet ketika barang telah terjual, pelapak diwajibkan memiliki akun di BL dengan cara melakukan registrasi. Nah, dimulai dari sini, pelapak akan mengenal istilah kode otentikasi atau One Time Password (OTP). Kode ini termasuk bagian dari sistem keamanan BL, dibuat untuk memastikan hanya pemilik akun yang bisa mengakses akun miliknya itu.

Jadi, ketika pelapak telah selesai melakukan registrasi, akun yang sudah ada tidak otomatis bisa diakses. Ada satu tahapan lagi, yakni BL akan mengirimkan serangkaian angka via SMS ke nomer ponsel yang tercatat saat melakukan registrasi. Setelah kode otentikasi dimasukkan, barulah pelapak bisa mengakses akunnya. Termasuk ketika bermaksud mencairkan uang di Dana Dompet, kode otentikasi dibutuhkan. Kalau pun karena sesuatu dan lain hal kode otentikasi tidak bisa diterima, maka pelapak bisa mengajukan permintaan kode otentikasi yang lain melalui email khusus customer service di web Bukalapak.

Semoga infomasi mengenai BL, dan khususnya tentang kode otentikasi Bukalapak, Anda tidak bingung atau pun ragu. Mulailah segera mengakses salah satu marketplace online terbesar di Indonesia ini, baik sebagai buyer maupun pelapak. Selamat mencoba!