Keuntungan Dan Keburukan Teknologi Biometrik Menjadi Kontroversi Di Era Milenial

Era milenial tak hanya identik dengan generasi manusia yang unik dan nyentrik. Pada era ini kehidupan jauh lebih baik karena mengarah pada gaya hidup modern. Kemajuan pesat dalam bidang teknologi menjadi hal yang paling luar biasa terjadi. Keberadaan ilmu pengetahuan menambah kecanggihan teknologi yang telah ada. dalam era ini juga terjadi perang teknologi yang ditandai dengan kemunculan teknologi terbaru yang mengalahkan teknologi yang baru muncul dalam beberapa bulan.

Penggunaan gadget sudah menjadi hal yang wajar. Bahkan segala sesuatu dikembangnkan dalam bentuk online. Tak hanya dimudahkan berkomunikasi melalui media sosial, layanan pemerintah, layanan kesehatan hingga pembayaran bisa dilakuakn secara online. Karena maraknya fasilitas online, maka dibutuhkan teknologi yang aman.

Penggunaan Teknologi Biometrik

Teknologi biometrik adalah suatu teknologi yang dikembangkan untuk mengidentifikasi manusia yang berkaarakter unik. Di era milenial, teknologi ini telh banyak dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan gadget bahkan digunakan untuk menjaga stabilitas keamanan negara. Seperti paspor kini pun telah ada paspor online yang disebut dengan e-paspor. Pada gadget, penggunaan teknologi biometrik biasanya berbentuk finger print yang digunakan untuk membuka kunci.

Keuntungan Teknologi Biometrik

Kehadiran teknologi biometrik di era milenial menghadirkan banyak manfaat. Kegunaannya sangat cocok dengan perilaku generasi milenial yang menginginkan segalanya berjalan dengan cepat dan praktis. Beberapa keuntungan teknologi biometrik lain adalah:

  • Memanfaatkan Keunikan Manusia

Fitur-fitur pada gadget saat ini banyak yang memanfaatkan biometrik sebagai alat berbasis identitas tubuh manusia. Teknologi tersebut tak hanya ditemui pada gadget kelas atas, kelas menengah pun ikut menambahkan sentuhan kecanggihan biometrik. Teknologi ini memanfaatkan keunikan dari bagian tubuh manusia yang berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut dapat diperoleh dari sidik jari atau retina mata. Salah satu kegunaan biometrik yang sering terlihat adalah absensi karyawan menggunakan bio finger.

  • Tidak Merepotkan

Biometrik menawarkan kemudahan bagi setiap orang. Kemudahan tersebut tidak hanya pada aspek tertentu. Bahkan saat ini biometrik telah dikembangkan untuk melakukan pembayaran secara online. Akses informasi pun menjadi lebih mudah karena biometrik bisa mengidentifikasi suara yang sangat memungkinkan seseorang mencari suatu informasi. Tentu saja, tidak membutuhkan biaya yang besar untuk perawatan sebuah perangkat. Bahkan biometrik bisa dijadikan sebagai akses kontrol terbaru.

  • Efisiensi Waktu

Dengan dilaksanakannya teknologi biometrik untuk berbagai keperluan dapat memangkas waktu. Efesiensi waktu menjadi salah satu keuntungan yang paling dirasakan oleh pengguna teknologi biometrik. Pekerjaan yang biasanya diselesaikan dalam waktu yang cukup lama, bisa diselesaikan dalam waktu singkata dengan biometrik. Bahkan pengerjaan tersebut ada yang hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit.

Salah satu faktor efisiensi waktu juga dipengaruhi oleh generasi milenial yang dituntut melakukan pekerjaan dengan cepat dengan mobilitas yang cukup tinggi. Contohnya adalah e-paspor yang sudah terpasang chip. Petugas hanya perlu melakukan pemeriksaan dokumen hanya dengan memanfaatkan chip tanpa harus membolak-balik dokumen paspor yang berlembar-lembar.

  • Melakukan Identifikasi Yang Akurat

Karena menggunakan ciri-ciri dan karakter fisik manusia, biometrik menyajikan informasi yang akurat. Identifikasi pada bagian tubuh manusia akan didapati perbedaan. Keunikan karakter fisik manusia ini yang berbeda satu sama lain menyebabkan pengidentifikasian teknologi biometrik lebih akurat dibandingkan dengan cara konvensional. Ini dikarenakan biometrik dapat merekam secara detail dan menyajikan kembali apa yang telah direkam.

  • Sulit Dipalsukan

Sistem keamanan biometrik dikabarkan cukup sulit untuk dipalsukan. Fitur keamanan ini juga sulit untuk diretaas atau ditembus. Ini dikarenakan kode pada biometrik tidak seperti saat seseorang mengakses kode password. Keunikan bagian tubuh yang berbeda satu sama lain membuatnya menjadi teknologi yang menyediakan jaminan keamanan. Tak hanya terbatas pada bagian tubuh, biometrik juga dapat mengidentifikasi perilaku manusia.

Keburukan Penerapan Biometrik

Biometrik terkenal menawarkan jaminan keamanan yang kuat. Hanya saja, masih terdapat celah keburukan yang mengintai. Celah tersebut kemudian akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan pribadi. Beberapa keburukan dikarenakan teknologi biometrik, antara lain:

  • Duplikasi Struktur Fisik Oleh Teknologi Diatasnya

Pesatnya kemajuan teknologi di era milenial sudah tidak diragukan lagi. Terlebih lagi sifat generasi milenial yang cenderung konsumtif dan menyukai barang-barang keluaran terbaru, mendorong perusahaan menciptakan teknologi canggih. Sehingga teknologi baru segera muncul menggantikan teknologi lama yang baru saja diterapkan. Tentunya hal tersebut dapat mengancam keamanan yang disajikan oleh teknologi biometrik.

Ini dikarenakan data biometrik bisa diduplikasi oleh teknologi yang berada di kelas atasnya. Duplikasi dari sidik jari misalnya, diperoleh melalui foto yang menggunakan kamera dengan resolusi tinggi. Kecanggihan kamera tersebut dapat menghasilkan apa yang ditangkap mirip seperti aslinya. Ini membuat garis tangan terlihat cukup jelas. Terlebih lagi saat berada di ruang publik tidak ada aturan untuk meminta izin mengambil foto orang lain.

  • Pembobolan Database Pada Sistem Biometrik

Teknologi biometrik biasa digunakan untuk menyimpan data-data rahasia. Data rahasia tersebut sangat berharga. Terkadang demi keamanan database, diberlakukan pula kode atau password tertentu. Kasus pembobolan biometrik bahkan sudah sering terjadi di negara-negara besar sekalipun. Pembobolan dilakukan oleh peretas yang telah ahli dan memahami teknologi modern. Dari kasus pembobolan yang pernah terjadi membuktikan bahwa teknologi biometrik belum tentu aman selamanya.

  • Kebocoran Informasi

Biometrik berkaitan erat dengan lingkungan publik. Ini dikarenakan teknologi biometrik bisa diaplikasikan pada banyak aspek. Misalkan saja kartu kredit, membuka kunci ponsel menggunakan sidik jari diketahui publik meskipun orang lain tidak dapat mengakses. Bagian tubuh yang diketahui publik ini dapat menyebabkan kebocoran informasi. Dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih, maka orang lain dapat mengetahui bagaimana sidik jari atau bentuk wajah.

  • Lebih Mahal

Tak dapat dipungkiri, semakin canggih teknologi yang digunakan, maka biaya yang dikeluarkan pun semakin besar. Gadget yang digunakan untuk identifikasi biometrik lebih mahal dibandingkan dengan cara konvensional. Untuk memperoleh kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi biometrik pun memerlukan perangkat pemindai.

  • Munculnya Tindak Kejahatan Lain

Ketika informasi yang dibutuhkan itu sangat penting dan berharga, seringkali memicu orang bertindak diluar logika. Bisa jadi untuk mendapatkan sesuatu yang berharga tersebut seseorang bahkan tak segan-segan melakukan tindak kriminal. Bahkan ketika teknologi yang digunakan tidak berhasil, maka tak segan-segan melakukan pembunuhan dan memanfaatkan bagian tubuh orang tersebut untuk membuka kode biometrik.

Di balik kecanggihan dan keamanan yang ditawarkan, biometrik juga memiliki keburukan. Karakter khas yang ditonjolkan oleh teknologi ini dapat memiliki kelemahan. Kelemahan tersebut memberikan celah bagi oknum jahat untuk memanfaatkan informasi biometrik demi kepentingan individu. Karakter khas manusia memiliki kelemahan dibandingkan dengan password yang dapat diubah. Sayangnya begitu biometrik bisa diretas, berarti telah berakhir selamanya. Perlu merestart dan setting ulang untuk mendapatkan biometrik kembali. Kasus kejahatan yang dilakukan terhadap data biometrik, menambah catatan keburukan teknologi yang sudah baik.