Ketahui Pengertian Serta Perbedaan Antara Paspor Dan Visa Bagi Pemohon Baru

Bagi orang yang memang sering ke luar negeri, paspor maupun visa sudah tidak menjadi barang yang asing. Mereka lebih santai dan mengetahui alur pengajuan, kegunaan dan perbedaan kedua dokumen tersebut. Hanya saja bagi orang yang baru pertama kali mengajukan, kedua dokumen ini sering dibilang sama. Belum banyak orang awam yang mengetahui pengertian dan perbedaan kedua dokumen penting tersebut.

Apa Itu Paspor?

Paspor merupakan sebuah dokumen bersifat resmi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang pada suatu negara. Lembaga tersebut adalah kantor imigrasi. Di dalam paspor berisi identitas resmi pemegangnya. Akan tetapi apabila berada di luar negeri, paspor dikeluarkan oleh pejabat konsulat kedutaan besar pada perwakilan negara.

Apa Itu Visa?

Visa adalah dokumen yang berisi tanda ijin diperbolehkannya seseorang memasuki wilayah suatu negara. Visa dikeluarkan oleh lembaga resmi perwakilan pejabat pemerintah. Di dalamnya juga terdapat jangka waktu dan tujuan orang tersebut mengunjungi suatu negara. Dokumen ini nantinya akan diperlihatkan dan diperiksa oleh petugas saat memasuki wilayah negara yang dituju melalui pintu masuk imigrasi. Pintu tersebut tidak hanya dilewati melalui jalur darat, tapi juga melalui pelabuhan dan bandara.

Kenali Perbedaan Paspor Dan Visa

Baik paspor maupun visa merupakan dokumen yang dibutuhkan agar dapat bepergian ke luar negeri. Sekilas, kedua dokumen tersebut memiliki beragam kesamaan. Ternyata, terdapat perbedaan menonjol dari keduanya. Perbedaan tersebut bahkan cukup membingungkan bagi orang yang baru pertama kali mengajukan dokumen tersebut. Berikut ini terdapat penjelasan mengenai perbedaan paspor maupun visa.

  • Jenis

Banyak yang belum mengetahui perbedaan antara jenis paspor dan visa. Kedua dokumen tersebut dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kegunaannya. Paspor terbagi dalam dua jenis, yaitu paspor 24 halaman dan paspor 48 halaman. Paspor 24 halaman dibuat khusus untuk Tenaga Kerja Indonesia atau TKI. Sedangkan paspor 48 halaman digunakan oleh masyarakat umum.

Visa sendiri terbagi atas tiga jenis, yaitu visa wisata, visa bisnis, dan visa pelajar. Visa wisata merupakan visa yang dibuat dengan tujuan untuk sekesar jalan-jalan atau menikmati liburan di negara lain. Untuk visa bisnis, biasanya digunakan oleh orang yang melakukan perjalanan bisnis dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan visa pelajar digunakan oleh orang yang sedang menempuh pendidikan atau memperoleh beasiswa keluar negeri.

  • Tempat Pengurusan

Kedua dokumen untuk pergi ke luar negeri tersebut diurus pada tempat yang berbeda. Untuk mengurus paspor maka harus datang ke kantor imigrasi yang ada di negara sendiri. Ini dikarenakan pihak yang mengeluarkan paspor adalah Dirjen Keimigrasian dari negara asal.

Akan tetapi, pengajuan visa hanya dapat diurus pada kantor kedutaan besar atau konsulat jendral negara dari negara tujuan. Untuk membuatnya tidak perlu mengurus keluar negeri. Pengajuan cukup dilakukan dengan mendatangi kantor kedutaan besar dari perwakilan masing-masing negara.

  • Isi

Apabila dilihat dari segi isi dokumen, maka baik paspor maupun visa jelas memiliki perbedaan. Paspor berisi identitas dari pemegang paspor itu sendiri. Dari paspor petugas kan menemukan data berupa nama lengkap, foto pemegang paspor, tanda tangan, alamat lengkap, tempat dan tanggal lahir serta kewarganegaraan.

Sedangkan visa merupakan dokumen yang menyatakan ijin berkunjung atau ijin tinggal pada suatu negara. Dalam visa tertulis jangka waktu berkunjung ke negara yang menjadi tujuan. Apabila jangka waktu telah habis, tapi masih memiliki kepentingan di negara tersebut, maka pemegang visa harus mengurus perpanjangan visa. Pemegang akan dikenakan sanksi bila tidak memperpanjang visa dan menjadi imigran ilegal.

  • Wujud

Dokumen paspor terdiri dari lembaran yang berisi data pemegang. Bentuk paspor seperti buku. Pada halaman tertentu akan diberi stiker atau stempel oleh kedutaan atau konsulat jenderal. Halaman yang diberi stiker atau stempel itulah yang dinamakan visa.

Visa merupakan keterangan mengenai lama tinggal di negara tujuan. Keterangan tersebut terdapat dalam halaman paspor. Stempel ini akan didapatkan ketika sampai pada negara tujuan. Tentunya untuk mendapatkan stiker atau stempel tersebut harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu.

  • Masa Berlaku

Setiap negara memiliki peraturan tersendiri untuk masa berlaku paspor. Tapi biasanya paspor memiliki jangka waktu lima tahun. Apabila telah melebihi batas waktu lima tahun, maka paspor bisa segera diperpanjang. Hanya saja untuk paspor yang diterbitkan oleh perwakilan duta besar Indonesia di luar negeri pada umumnya menerbitkan paspor dengan masa berlaku tiga tahun dan dilakukan perpanjangan dua tahun setelahnya.

Untuk jenis visa wisata biasanya berlaku antara satu hingga tiga bulan, visa bisnis berlaku dari tiga hingga enam bulan. Sedangkan visa pelajar memiliki durasi yang tentative tergantung dari berapa lama waktu yang ditempuh hingga lulus. Masa berlaku dalam visa pelajar sudah termasuk dengan waktu libur. Beberapa negara memberlakukan visa on arrival. Ada juga negara yang menerapkan bebas visa untuk beberapa kali kunjungan dalam jangka waktu tertentu.

  • Biaya

Perihal biaya pembuatan paspor, pemerintah telah mematok besaran biaya. Biaya ini sudah termasuk pembuatan paspor hingga selesai. Bahkan bagi yang mengajukan e-paspor pun tidak perlu cemas ada tambahan biaya, karena sudah termasuk pengambilan bio finger dan scan wajah. Tentu saja biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan e-paspor lebih mahal daripada membuat paspor biasa.

Sedangkan biaya pembuatan visa, harganya bervariasi sesuai dengan kebijakan masing-masing negara tujuan. Kadangkala akan dikenakan biaya tambahan untuk melakukan perekaman sidik jari. Biaya yang dibebankan kepada pemegang visa juga tergantung dari tujuan dan berapa lama singgah di negara tersebut. Bahkan dalam satu visa saja bisa dipatok dengan harga yang berbeda, tergantung pula dengan jenis visa yang digunakan.

Perkembangan Saat Ini

Saat ini banyak telah banyak negara yang menerapkan e-paspor. E-paspor menjadi bentuk pengembangan dari paspor konvensional. Bentuk paspornya tetap terdiri dari halaman-halaman, tapi ditanamkan sebuah chip. Pada chip tersebut berisi biodata pemegang paspor yang lengkap dengan data biometrik. Penambahan teknologi biometrik ini bertujuan untuk meyakinkan petugas tentang orang yang sedang memegang paspor benar-benar berhak atas kepemilikan.

Untuk visa sendiri telah mengalami perkembangan yang cukup menguntungkan. Pengurusan visa bisa dipermudah dengan beberapa negara yang menerapkan visa on arrival atau bahkan bebas visa. Keuntungan tersebuttentu tidak didapatkan secara cuma-cuma. Visa on arrival biasanya diberlakukan bagi kedua negara yang saling bekerja sama. Sedangkan untuk mendapatkan bebas visa, maka seseorang harus memegang e-paspor. Hal ini dapat terlihat ketika menggunakan e-paspor ke Jepang, masyarakat Indonesia bebas memasuki negara matahari terbit tanpa visa.

Itulah perbedaan antara paspor dan visa yang harus diketahui orang bila memiliki rencana keluar negeri. Terlebih lagi bagi orang yang baru pertama kali, penjelasan mengenai pembuatan dokumen tersebut dapat diperoleh di kantor imigrasi terdekat. Sebaiknya urus sendiri daripada menggunakan jasa calo yang belum tentu aman.