Ketahui Kesalahan Manajemen SDM Pada Sistem Ketenagakerjaan Indonesia

Masalah dalam pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan sepertinya tidak pernah habis untuk diperbincangkan. Sekalipun berbagai lembaga perlindungan tenaga kerja lengkap dengan undang-undangnya telah dihadirkan pemerintah, namun tetap saja masalah pada sistem ketenagakerjaan Indonesia tidak pernah lepas dari apa yang namanya masalah.

Masalah bisa terjadi dari berbagai arah. Baik dari pihak perusahaan maupun karyawannya sendiri. Terutama pada perusahaan skala kecil yang tidak mempunyai devisi HRD khusus. Selalu saja ada gesekan baik secara horisontal antar karyawan maupun vertikal, yaitu antara karyawan dengan pihak perusahaan.

Nah, kira-kira masalah apa saja yang sering timbul akibat kurang baiknya sistem ketenagakerjaan Indonesia? Berikut penjelasannya.

  1. Kurangnya Apresiasi Terhadap Karyawan

Anda semua pasti setuju. Bahwa setiap orang butuh apresiasi. Termasuk karyawan. Hal yang tidak banyak disadari oleh atasan adalah saat karyawan melakukan kesalahan, langsung menegur atau bahkan memarahi. Namun ketika karyawan melakukan performa pekerjaan yang bagus, tidak ada apresiasi sedikitpun yang ditunjukkan atasan.

Mungkin atasan sudah merasa memberikan apresiasi lewat kenaikan gaji, tunjangan maupun bonus. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa memberikan apresiasi secara verbal lewat kata-kata justru akan membuat karyawan lebih dihargai. Oleh sebab itu, cobalah mengapresiasi segala bentuk kebaikan dan prestasi karyawan sekecil apapun dengan pujian kata-kata. Agar karyawan betah lebih lama bekerja di perusahaan anda.

  1. Disiplin Yang Berlebihan

Dimanapun seseorang bekerja, disiplin wajib diterapkan untuk hasil yang maksimal. Namun disiplin yang berlebihan justru akan membuat karyawan tidak betah. Misalnya dilarang menggunakan internet untuk keperluan pribadi karyawan. Atau tidak memperbolehkan karyawan membuka facebook atau sosial media di jam kerja dengan menggunakan komputer dan internet kantor. Memang tujuannya bagus. Agar karyawan lebih fokus pada kerjaan sehingga performanya meningkat.

Namun jika masih bisa menerapkan aturan secara fleksibel, kenapa tidak? Misalkan, boleh saja memanfaatkan internet kantor untuk keperluan pribadi. Asalkan tidak mengganggu atau mengabaikan pekerjaan utama di kantor.

  1. Tidak Memberi Kesempatan Berkembang

Ada sebagian kantor yang memberi tugas pada karyawannya hanya itu-itu saja. Tidak mencoba memberi kesempatan pada karyawannya untuk bereksplorasi membuat sebuah ide yang briliant. Secara sekilas mungkin sedikit meringankan karyawan. Karena tidak dituntut untuk berfikir lebih keras. Tapi bagi karyawan yang suka melihat hal-hal baru, tentu ini sangat membosankan. Karena tidak memberikan ruang kesempatan karyawan untuk berkembang.

Agar karyawan lebih betah, cobalah berikan kesempatan untuk memunculkan ide-ide baru yang lebih fresh. Bisa jadi ide darinya justru akan membuat kemajuan pada perusahaan. Dengan catatan tidak menabrak atau bahkan bertolak belakang dengan job disk yang diberikan.

  1. Sistem Cuti Yang Tidak Fleksibel

Salah satu kesalahan dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia adalah sistem cuti yang tidak fleksibel. Perusahaan memang memberikan hak cuti pada karyawan. Tapi pada kenyataannya hak cuti tersebut terlalu kaku atau tidak bisa fleksibel. Misalnya pengajuan cuti harus seminggu atau dua minggu sebelum hari cuti. Mungkin maksudnya baik. Agar pekerjaan bisa dihandle karyawan lain.

Tapi sayangnya, kadang ada keperluan mendadak karyawan yang membutuhkan cuti dadakan. Misalnya menunggui keluarganya yang sedang sakit.

Maka dari itu, cobalah untuk memahami kondisi karyawan. Jika memang ada bukti yang cukup sebagai alasan untuk mendapatkan cuti, tetap berikan hak cuti meski dadakan. Apalagi kalau hanya satu hari dengan alasan yang manusiawi.

  1. Terlalu Longgarnya Sistem Absen

Sistem absen yang terlalu longgar atau tidak terhitung secara rapi akan membuat sebagian karyawan merasa dirugikan. Terutama masalah uang lembur atau overtime. Saat karyawan harus overtime, kewajiban perusahaan adalah membayar uang lembur sesuai jumlah overtime yang dilakukan.

Sayangnya, terkadang karyawan mengeluh karena uang lembur yang diterima jauh lebih sedikit daripada jam lembur kerja. Sedangkan perusahaan mengatakan sudah sesuai. Hal ini disebabkan karena tidak ada data absen yang benar-benar sesuai dengan kenyataannya. Jam kepulangan karyawan dari lembur hanya berdasarkan kira-kira saja. Oleh sebab itu diperlukan sebuah fingerprint absensi solution untuk menangani masalah jam kerja dan lembur karyawan.

Fingerprint absensi solusion adalah sebuah solusi terbaik yang bisa diterapkan untuk mengetahui lebih pasti mengenai kedatangan, kepulangan, serta jumlah overtime tiap karyawan dengan pasti. Fingerprint adalah salah satu teknologi biometrik yang telah banyak diterapkan di berbagai perusahaan di Indonesia. Baik perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan.

Selain dengan untuk mengetahui dengan pasti jam kehadiran dan kepulangan karyawan tiap harinya, kira-kira kelebihan apa lagi yang bisa didapat dari penggunaan fingerprint ini?

  1. Membuat Karyawan Lebih Nyaman

Sebagai tanda absen karyawan, biasanya perusahaan menggunakan tanda tangan atau id card yang discan di mesin absensi. Masalah akan timbul saat karyawan lupa tanda tangan atau id cardnya tertinggal di rumah. Tapi dengan menggunakan fingerprint, masalah tersebut dapat diatasi. Karena karyawan hanya perlu menempelkan jari pada mesin fingerprint sebagai absen kedatangan dan kepulangan.

  1. Demi Ketertiban Karyawan

Salah satu kelemahan absen dengan id card atau tanda tangan adalah masalah titip absen. Ini adalah sebuah kecurangan yang sering terjadi. Namun dengan mesin absensi fingerprint, kecurangan tersebut bisa diatasi. Karena pola sidik jari tiap orang pasti berbeda. Sehingga tidak memungkinkan bagi karyawan untuk bisa titip absen. Sebuah ketertiban yang dengan mudah bisa diterapkan.

  1. Mudahnya Pendataan

Dengan karyawan yang berjumlah ribuan, tidak memungkinkan bagi pihak HRD untuk mengawasi satu persatu waktu lembur karyawannya. Berapa jam masing-masing karyawan lembur dalam satu bulan. Dengan fingerprint yang langsung terhubung dengan software di komputer, dengan mudah jam kerja dan lembur akan dihitung secara otomatis. Sehingga besarnya gaji pokok dan biaya overtime bisa langsung terhitung di akhir bulan.

  1. Lebih Hemat Biaya

Memang membutuhkan dana yang tidak murah untuk pengadaan atau pembelian fingerprint. Namun biaya pembelian itu hanya ditentukan di awal saja. Kebelakangnya tidak perlu lagi biaya untuk absen karyawan seperti pengadaan kertas untuk tanda tangan. Jika diakumulasikan, biasa pengadaan fingerprint jauh lebih murah dan hemat biaya.

  1. Kapasitas Sidik Jari Yang Banyak

Tidak perlu khawatir kalau fingerprint tidak mampu menampung data sidik jari dengan karyawan pabrik berjumlah ribuan. Karena mesin fingerprint mempunyai kapasitas yang luas untuk menampung sidik jari dengan jumlah ribuan. Ini cocok sekali digunakan bagi pabrik manufaktur dengan jumlah karyawan ribuan orang.

Dengan mengetahui berbagai kelebihan dan efisiensi fingerprint, sudah waktunya untuk mengoptimalkan kinarja karyawan dan meminimalisir masalah sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Karena fingerprint adalah solusi logis adanya ketepatan data absen, lembur, gaji, bahkan masalah reward dan punishment bagi karyawan.

Tidak ada lagi yang bisa dimanipulasi karena sidik jari tiap orang berbeda-beda. Investasi mahal di awal, namun untuk menekan biaya lebih banyak untuk hari-hari selanjutnya.