Ketahui Dan Pahami Cara Kerja CCTV Di ATM

Saat ini, seluruh ATM (Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri) di semua daerah Indonesia bahkan di seluruh dunia selalu dilengkapi kamera CCTV yang bagus teknologi terkini dan modern. Meskipun demikian, pasti banyak yang belum paham dan tahu bagaimana cara kerja CCTV di ATM tersebut. Sebagian besar hanya bisa mengetahui posisinya saja dan pada umumnya berada di bagian atas dan samping atas mesin ATM.

Sekilas Tentang Kamera CCTV

CCTV yang tak lain adalah kependekan dari Closed Circuit Television merupakan suatu kamera video teknologi digital yang digunakan dengan beragam fungsi. Namun yang paling utama adalah untuk melakukan pemantauan dan pengiriman sinyal video pada suatu ruang atau wilayah. Setelah itu, sinyal video tersebut akan langsung diteruskan di suatu layar monitor.

Pada umumnya, pemakaian kamera CCTV ini seringkali dihubungkan dengan masalah keamaman atau menghindari adanya suatu tindak kriminal dan kejahatan. Aksi pelanggaran hukum ini akan terekam oleh kamera dan selanjutnya dapat dijadikan sebagai bukti di lembaga kepolisian maupun persidangan di pengadilan.

Pada umumnya, kamera CCTV dipasang atau diletakan di tempat-tempat publik seperti bandara udara, stasiun kereta api, terminal bus, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan atau mall, ATM dan sebagainya. Selain itu tidak sedikit pula rumah hunian yang memanfaatkan teknologi ini dengan alasan yang sama yaitu keamanan.

Kamera CCTV Untuk ATM

Khusus untuk kamera yang dipasang di ATM, sebelumnya yang digunakan adalah yang memiliki sifat stand alone. Artinya, ketika ada suatu kebutuhan untuk mengecek dan meneliti apa saja yang terjadi di mesin pengambil uang dan transaksi perbankan tersebut, maka pihak yang menyediakan kamera CCTV harus mengirikan tim khusus untuk mengambil rekamannya.

Sedangkan di masa sekarang, yang digunakan merupakan model kamera CCTV terbaru, dimana sistem monitoring kameranya dilakukan bisa dilakukan secara terpusat. Selain itu hasil rekaman kamera tersebut dapat dicek dengan lebih lengkap, cepat dan tepat. Bahkan dapat diamati secara langsung atau live streaming. Sehingga, pihak perbankan beserta lembaga lain yang membutuhkan bisa melakukan download dari mana saja sesuai peraturan yang berlaku.

Manfaat Kamera CCTV Untuk Dunia Perbankan

Sebelum mempelajari sistem atau cara kerja CCTV di ATM, ada baiknya mengetahui lebih dulu kegunaannya. Sebagaimana diketahui, keamanan merupakan salah satu unsur terpenting di dunia perbankan. Sementara itu, ATM yang dimiliki oleh bank tidak hanya diletakan di kantor pusat atau kantor cabang saja, melainkan juga di beberapa tempat lain seperti rumah sakit, hotel, mall, pasar, dan sebagainya.

Lokasi-lokasi ATM yang letaknya saling berjauhan tersebut merupakan tempat yang sangat rentan terhadap tindak kejahatan. Misalnya yang paling terjadi selama ini adalah penggunaan teknologi skimming dan sejenisnya. Untuk mengatasi masalah seperti ini, salah satu jalan terbaik yang dapat ditempuh adalah menggunakan teknologi CCTV yang bagus dan tersentral dan terpusat, sehingga kegiatan monitoring bisa dilakukan secara lebih mudah.

Sistem Kerja Kamera CCTV Di Mesin ATM

Jika ingin mengetahui sistem atau cara kerja CCTV di ATM, maka mau tidak mau harus dapat mengetahui pula jenis-jenis CCTV itu sendiri. Karena masing-masing memiliki sistem kerja yang agak berbeda meski secara garis besarnya tetap sama. Hanya saja dalam perkembangannya, CCTV yang bagus dan terbaiklah yang paling sering dipakai di ATM. Terlebih lagi saat ini makin banyak spesifikasi CCTV yang dilengkapi dengan teknologi canggih sekaligus modern.

1. CCTV Analog

CCTV analog merupakan CCTV yang dilengkapi dengan kabel teknolgi coaxial dan bisa dipasang hingga jarak sekitar 300 meter. Kamera yang sudah terpasang tersebut bisa dipantau dan dimonitor menggunakan perabot DVR yang sebelumnya telah tersambung dengan televisi. Ketika ada suatu gerakan yang dianggap mencurigakan, secara langsung bisa dapat terlihat.

Sistem atau cara kerja CCTV di ATM model analog ini sudah jarang digunakan karena dianggap mempunyai kelemahan jika dilihat dari segi keamanan. Penyebab utamanya adalah kualitas hasil rekaman videonya kurang bagus bahkan tidak bisa terlihat secara jelas. Selain itu, yang tidak kalah menakutkan adalah ketika perabot DVR-nya tidak aktif atau mati maka sistem pemantauan beserta monitoringnya juga tidak bisa dijalankan.

2. CCTV Model IP Camera

Selain analog, terdapat sistem kerja CCTV ATM lain yang dinamakan kamera CCTV IP dan di dunia perbankan internasional lebih dikenal dengan istilah IP Camera. CCTV yang satu ini punya sistem kerja yang sedikit berbeda dibanding CCTV analog dan menggunakan teknologi yang lebih modern.

Kabel yang dipakai merupakan kabel jaringan dan dapat dipasang dengan jarak kurang lebih 100 meter dari lokasi hud atau switch. Kelebihannya antara lain adalah bisa dijangkau atau diakses dari wilayah mana saja tanpa ada batasan tempat karena sistem kerjanya sudah menggunakan teknologi internet.

Selain itu hasil rekamannya bisa dilihat secara langsung atau realtime dan disimpan. Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan, dapat dilakukan pemutaran ulang. Namun pada sisi yang lain, sistem dan cara kerja CCTV di ATM yang satu ini tetap memiliki kelemahan.

Kelemahan tersebut adalah teknologi pertahanannya dalam menyimpan data tergolong lemah dan mudah dimasuki oleh penyusup atau hacker. Biasanya hacker atau penyusup tersebut masuk dalam jaringan dengan tujuan melakukan aksi perusakan atau mencuri data-data rekaman yang dianggap penting.

3. PTZ Camera

Sistem dan cara kerja CCTV ATM berikutnya adalah PTZ Camera. Sebenarnya, teknologi yang digunakan pada CCTV ini nyaris sama dengan teknologi yang diterapkan kepada IP Camera atau kamera CCTV IP. Kabel yang dipakai merupakan kabel jaringan dan terhubung secara langsung dengan server. Jadi sistem monitoring beserta pemantauannya bisa dilakukan secara tersentral atau terpusat pada satu lokasi saja.

Selain itu, PTZ Camera masih memiliki kelebihan lain berupa sebuah teknologi canggih bernama Pan Tilt Zoom. Melalui teknologi tersebut, gambar dari hasil rekaman dapat lebih diperbesar atau sebaliknya diperkecil sesuai kebutuhan.

Bukan itu saja, cara kerja CCTV di ATM ini juga telah dilengkapi dengan suatu perabot khusus bernama rotor dengan fungsi utama mengarahkan kamera pada sudut pandang tertentu. Teknologi inilah yang jadi kelebihan lain yang dimiliki oleh PTZ Camera.

Hanya saja kamera CCTV ini tetap mempunyai kelemahan, yaitu harganya paling tinggi dan mahal dibanding jenis kamera CCTV lain. Tapi jika bicara tentang keunggulan, PTZ Camera merupakan yang terbaik sehingga tidak mengherankan jika banyak bank yang menggunakannya pada mesin-mesin ATM.

Perkembangan Terkini

Pada masa sekarang, cara kerja CCTV di ATM telah mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat. Sebagian besar bahkan hampir semua CCTV tersebut sudah dapat dihubungkan dan dikoneksikan dengan stasiun penerima atau server. Stasiun penerima atau server ini berperan sebagai suatu perangkat dengan fungsi untuk menyimpan data hasil rekaman dan menjadi sarana terpenting ketika kegiatan akses dilakukan melalui perangkat lain seperti laptop atau smartphone.

Satu hal lagi yang juga perlu dipahami, unsur terpenting dari pemasangan dan penggunaan kamera CCTV terutama cara kerja CCTV di ATM itu terletak di tiga infrastruktur utama. Pertama adalah kamera, lalu yang kedua kabel dan yang ketiga perangkat penyimpanan data. Selain itu, kameranya harus selalu dilengkapi dengan fitur Power on Ethernet atau PoE sehingga tidak memerlukan stop kontak lagi untuk mendapatkan pasokan daya listrik.