Waspadai Cara Pembajak Manfaatkan Kelemahan Mesin ATM Dengan Kamera CCTV

Kamera CCTV : Waspadai Cara Pembajak Manfaatkan Kelemahan Mesin ATM

Sesempurna apapun pihak perbankan mengamankan transaksi nasabah lewat Anjungan Tunai Mandiri atau yang lebih dikenal dengan singkatan ATM, sepertinya masih saja ada oknum atau hacker yang memanfaatkan kelemahan mesin ATM ini. Karena sebagus apapun keamanan sebuah ATM dirancang, kelemahan sekecil apapun masih bisa menjadi celah kejahatan. Mulai dari cara manual yang tradisional hingga mampu menginfeksi dari jarak jauh.

Setidaknya dalam beberapa tahun terakhir terungkap sejumlah kejahatan yang memanfaatkan kelemahan mesin ATM ini. Modus yang digunakan antara lain:

  • Menggunakan Lima Jari

Modus mengganjal tempat keluarnya uang dengan lima jari ini bisa dikatakan cara tradisional. Kejahatan ini dilakukan dengan cara memasukkan lima jari pada tempat keluarnya uang. Dengan tujuan agar uang terganjal dan tidak bisa keluar. Sehingga saldo pelaku masih utuh alias tidak terdebet atau berkurang. Namun ketika kartu ATM sudah keluar, uang yang tertahan tadi bisa keluar. Intinya, kelemahan ini dimanfaatkan pelaku untuk bisa mengambil uang tanpa mengurangi saldo di banknya.

  • Menggunakan Tusuk Gigi

Ini adalah salah satu cara mengelabuhi calon korban. Pertama-tama, pelaku akan memasukkan tusuk gigi pada tempat memasukkan kartu di mesin ATM. Selain itu, pelaku juga berpura-pura menjadi petugas dari bank yang bersangkutan. Modus operandinya cukup sederhana. Saat ada calon korban mencoba memasukkan kartu ATM pada tempatnya, tiba-tiba kartu tersebut tidak bisa masuk. Tanpa tahu bahwa penyebab tidak bisanya masuk tersebut dikarenakan ada tusuk gigi yang mengganjal pada selot kartu.

Ketika mengetahui calon korbannya kesulitan dan hendak minta tolong, pelaku yang berpura-pura menjadi petugas tersebut mencoba menolong dengan memberikan kartu ATM palsu dan meminta menelphon nomor yang ada pada mesin ATM. Saat menelphon, korban diminta sejumlah data diri termasuk nomor PIN. Tanpa korban sadari bahwa nomor telepon tersebut ternyata nomor teman pelaku. Setelah nomor PIN di dapat, pelaku langsung menguras habis saldo yang ada dalam rekening korban.

  • Skimming

Salah satu kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan mesin ATM adalah skimmer. Cara ini dilakukan dengan mencuri PIN ATM untuk bisa memasuki ranah tansaksi korban. Teknik yang digunakan adalah memasukkan sebuah alat yang bernama skimmer pada selot mesin ATM atau tempat memasukkan kartu ATM.

Skimmer ini bekerja dengan cara mengkloning data melalui magnetic stripe yang ada pada kartu ATM korban. Setelah PIN bisa terbaca, maka akan dengan mudah pelaku menguras seluruh isi rekening korban.

  • Platform Swift

Bisa dikatakan ini adalah salah satu kejahatan hacker perbankan tingkat tinggi, yaitu dengan memanfaatkan Swift. Swift adalah kepanjangan dari Society for Worldwide Interbank Telecommunication. Yaitu sebuh pemberitahuan mengenai pesan keuangan global dimana ribuan lembaga keuangan termasuk bank seluruh dunia melakukan transfer dengan jumlah milyaran dolar setiap harinya.

Kejahatan yang dilakukan para hacker adalah dengan menempatkan malware pada server bank melalui sistem swift yang dibobol. Setelah itu, para hacker mendownload malware pada server dan komputer bank. Yang lebih mengerikan adalah membajak terminal swift yang dipakai oleh bank. Setelah menguasai, para hacker kemudia memanfaatkan fasilitas transfer dan memindahkan uang ke rekening mereka.

  • ATMich

Ini adalah salah satu kejahatan menggunakan malwere yang bisa dilakukan dari jarak jauh tanpa jejak. Malwere ini diinstal lalu dijalankan dari jarak jauh pada ATM yang akan dituju. Setelah berhasil, malware seolah bisa menjelma menjadi software yang sah rekanan dari ATM. Software tersebut seakan bisa berbicara dengan ATM dan melakukan perintah padanya.

Melalui software tersebut, para hacker melakukan berbagai perintah pada ATM. Salah satunya meminta ATM untuk mengeluarkan sejumlah uang hanya dengan perintah satu tombol saja dengan waktu tidak lebih dari satu menit. Setelah uang pada ATM berhasil dibobol, secara otomatis malware tersebut langsung menghapus jejaknya sendiri tanpa bisa dilacak.

Bisa dikatakan bahwa ini adalah kejahatan sempurna. Karena sampai sekarang petugas siber bank dan kepolisian belum bisa menemukan siapa dibalik hacker tersebut.

  • Jackpotting

Jika mengatakan ATMich adalah serangan yang paling berbahaya, jacpotting justru lebih berbahaya lagi. Karena target para hacker atau pelakunya adalah ATM yang berdiri sendiri di toko ritail dan layanan drive trough. Cara kerja jackpotting bisa dikatakan lebih canggih. Karena benar-benar menukar hard drive ATM yang dituju dengan cara menginfeksinya dari jarak jauh.

Agar aksinya lebih mudah, para hacker melakukan kontak fisik dengan mesin ATM langsung untuk melakukan instalasi malware ke mesin ATM yang dituju. Akibat dari jackpotting ini adalah seluruh uang di dalam mesin ATM terkuras habis hanya dalam hitungan detik saja.

Nah, itulah beberapa cara kejahatan yang dilakukan untuk menguras habis uang ATM atau bank. Memang bisa dikatakan beberapa diantaranya kejahatan siber yang cukup sempurna. Namun sesempurna apapun, pasti ada kelemahan yang bisa digunakan untuk bahan antisipasi. Agar terhindar dari kejahatan perampok uang di ATM, lakukan beberapa trik sederhana berikut ini, yaitu memilih ATM yang dilengkapi dengan CCTV.

CCTV sengaja dipasang sebagai salah satu cara pengawasan dan keamanan pada ATM. Untuk menghindari kejahatan di ruang ATM, pilihlah ATM dengan dilengkapi CCTV yang bagus. Sekalipun dalam keadaan tergesa-gesa, jangan lupa untuk mengecek dan memastikan ada kamera CCTV di dalamnya.

Lebih bagus lagi jika CCTV yang digunakan adalah CCTV dengan teknologi biometrik. Apa itu CCTV dengan teknologi biometrik? Adalah CCTV yang bagus dengan teknologi pengenalan wajah yang tertangkap kamera secara akurat. Teknologi biometrik pada CCTV akan mengenali lebih detail wajah seseorang yang perlu dicurigai jika terjadi pembobolan pada ATM.

Kalau CCTV biasa hanya mampu merekam sebuah kejadian saja. Tanpa dibekali dengan kemampuan mengenali dan mengelompokkan siapa saja yang tertangkap dan terdeteksi oleh kamera CCTV tersebut sekaligus memberi peringatan atas kejadian tertentu.

Dengan CCTV yang dilengkapi teknologi biometrik, dapat mengidentifikasi anggota badan atau ciri-ciri fisik seperti sketsa wajah, rantai DNA, retina mata, sidik jari hingga rekaman suara. Dengan aplikasi pengenalan wajah 3 dimensi mampu meningkatkan sistem keamanan dan kenyamanan pengguna CCTV tersebut.

Bagaimana cara kerja dari CCTV biometrik ini? Mudah saja. Kamera sebagai perangkat keras akan menangkap gambar dari objek yang dilihat. Alat tersebut secara otomatis akan bergerak mendeteksi wajah-wajah yang tertangkap oleh kamera dan membentuk wajah tiga dimensi yang memungkinkan untuk mengenali wajah pelaku tindak kejahatan. Dalam hal ini kejahatan yang terjadi pada mesin ATM.

CCTV ini dapat membantu pencarian pelaku tindak kejahatan. Saat nama pelaku kejahatan telah terdaftar dalam server, secara otomatis akan mengeluarkan nama mereka ketika wajah pelaku tersebut tertangkap oleh kamera. Sehingga akan mempermudah aparat yang berwajib untuk menangkap pelaku dan menyelesaikan semua kerugian yang dialami.