Iris Mata Adalah Keajaiban Yang Tuhan Ciptakan

Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna. Jika kita jeli, ada banyak keajaiban tersimpan dalam tubuh ini. Mulai dari proses penciptaan yang luar biasa mengagumkan, hingga fungsi atau keberadaan setiap bagian tubuh manusia yang begitu amazing. Iris mata adalah salah satu contohnya.

Ternyata iris mata menyimpan beragam keajaiban. Fakta ini boleh jadi cenderung kita abaikan. Bisa disebabkan ketidaktahuan atau faktor lainnya, seperti karena sudah terbiasa sehingga menganggap keberadaan iris mata sebagai hal yang lumrah. Padahal, jika sejenak kita meluangkan waktu menafakurinya, fungsi dan keberadaan iris mata akan membuat kita takjub. Luar biasanya Tuhan yang telah menciptakan, dan begitu sempurnanya tubuh manusia.

Mengenal Iris Mata

Iris adalah bagian dari organ mata, berupa membran atau lingkaran tipis yang berbentuk seperti gelang atau cincin dan berwarna cokelat, biru, abu-abu, atau pun hijau. Warna-warna tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik atau ras (suku bangsa). Lazimnya, ras Mongoloid dan Negroid yang berdiam di benua Asia dan Afrika, iris matanya berwarna cokelat. Ada pun ras Kaukasoid yang berdiam di benua Eropa dan Amerika, memiliki iris dengan warna lebih beragam, yakni biru, hijau, atau abu-abu.

Secara sederhana, jika kita melihat bola mata manusia, maka ada tiga bagian yang terlihat jelas, yakni bagian bola mata yang berwarna putih (sklera), kemudian di tengah-tengah bagian berwarna putih itu ada iris dengan warna beragam, dan di tengah-tengah iris ada lingkaran hitam yang disebut pupil. Nah, mudah bukan mengenali iris dengan bagian mata lainnya?

Terkait fungsi, iris berperan mengatur intensitas atau banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke bola mata. Jika mata diterpa cahaya yang sangat terang dari lingkungan sekitar maka secara otomatis iris akan menyempit sehingga bukaan pupil mata mengecil. Begitu juga sebaliknya, jika cahaya yang masuk ke mata sangat minim, maka iris akan melebar yang mengakibatkan bukaan pupil jadi membesar.

Mekanisme ini berfungsi menjaga mata tetap sehat dan kita dapat melihat dengan jelas meski intentitas cahaya berubah-berubah. Contoh, ketika cahaya dari lingkungan begitu terang, kita akan merasa silau. Jika kondisi ini terus berlanjut, berpotensi merusak bagian-bagian mata yang sangat sensitif terhadap cahaya, misalnya retina. Oleh karena itu, iris akan membatasi cahaya yang masuk ke dalam bola mata dengan cara menyempitkan ukurannya, dan pupil sebagai jalan masuk cahaya turut mengecil.

Pun saat cahaya tergolong minim atau kondisi lingkungan remang-remang. Supaya tetap dapat melihat dengan jelas, iris mata akan melebar yang membuat pupil mata membesar agar cahaya bisa masuk sebanyak-banyaknya. Mekanisme ini berjalan otomatis, yakni tidak ada perintah dari sistem saraf pusat atau otak manusia. Dengan kata lain, mekanismenya bersifat refleks tanpa disadari manusia.

Keajaiban Iris Mata

Ada begitu banyak keajaiban yang bisa kita temukan terkait iris mata. Selain mekanisme otomatis dalam mengatur intensitas cahaya yang hendak masuk ke bola mata, keajaiban iris mata tak hanya itu. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terbuka pula keajaiban iris mata yang selama ini masih diselimuti kabut misteri. Bahkan, tidak menutup kemungkinan iris mata adalah keajaiban yang rahasianya belum terbuka sepenuhnya.

Keajaiban pertama, berhubungan dengan warna iris mata yang sangat beragam. Sebagaimana telah disebutkan di awal tulisan ini, iris mata pada manusia lazimnya berwarna cokelat, biru, abu-abu, atau hijau. Selain itu, ada variasi lainnya, yakni cokelat gelap sehingga terkesan berwarna hitam, amber atau kuning keemasan, biru keabu-abuan, hazel yang merupakan perpaduan warna cokelat muda dan hijau keemasan, ungu, dan spektrum warna sebagai hasil dari perpaduan warna-warna dominan pada iris mata.

Beragam atau bervariasinya warna pada iris ini dipengaruhi kadar pigmen atau melanin. Kita ambil contoh warna cokelat, sebagai warna iris mata yang paling banyak ditemukan pada manusia, terjadi karena kadar pigmennya paling tinggi. Adapun warna biru disebabkan kadar pigmennya tergolong rendah atau sedikit.

Keajaiban kedua, ternyata kondisi iris mata dapat mencerminkan kondisi kesehatan dari pemilik mata tersebut. Ilmu kesehatan yang khusus mempelajari hubungan kondisi iris dengan gejala suatu penyakit dikenal dengan nama iridiologi. Disiplin ilmu ini pertama kali diperkenalkan oleh Theodore Kriege, ilmuwan dari jerman pada 1670 yang memaparkan teorinya mengenai hal tersebut. Setelah mengalami perkembangan dan penyempurnaan, barulah pada 1982 iridiologi diakui tingkat keilmiahannya dan dipraktikkan di seluruh dunia. Khusus di Indonesia, iridiologi mulai dikenal secara luas pada tahun 2000-an.

Dalam banyak kasus, pemeriksaan iris cukup akurat mendeteksi adanya gangguan kesehatan. Beberapa penyakit seperti stres dan gangguan syaraf, kelainan kelenjar, daya tahan tubuh lemah, masalah pencernaan (lambung atau usus), kolesterol, asam urat, gangguan ginjal, hingga gejala keracunan dapat mudah terdeteksi. Apalagi pemeriksaan iris tidak membutuhkan waktu lama dan biaya yang besar. Hanya saja, kekurangan dalam pemeriksaan iris mata adalah kita tidak mengetahui dengan pasti seberapa parah atau tidaknya penyakit tersebut dialami.

Keajaiban ketiga, berhubungan dengan biometrik, yakni disiplin ilmu yang mengembangkan beragam teknologi terkait anatomi atau biologi manusia. Iris mata ternyata menyimpan identitas personal yang sangat genuine atau unik. Setiap manusia yang ada di dunia saat ini, memiliki pola iris mata yang berbeda-beda. Bahkan manusia yang terlahir kembar identik pun, pola iris matanya tidak sama. Sehingga kini berkembanglah teknologi yang mengidentifikasi seseorang berdasarkan pemeriksaan iris matanya.

Jadi, jika sebelumnya kita hanya mengenal sidik jari sebagai identitas personal yang menunjukan keunikan setiap manusia, maka iris mata pun memiliki fungsi serupa. Bahkan penggunaan iris mata sebagai alat identifikasi setingkat lebih hebat dibanding sidik jari. Hal ini dikarenakan struktur iris mata yang sangat kompleks sehingga sulit dirusak atau dimanipulasi dibanding struktur pada sidik jari.

Contoh, seseorang yang hendak menutupi identitas dirinya, sangat memungkinkan dilakukan dengan merusak atau memanipulasi sidik jari. Caranya bisa dengan operasi pengangkatan sidik jari atau dilakukan sendiri dengan menyayat lapisan kulit di jemari agar sidik jari tidak bisa teridentifikasi. Nah, hal serupa sangat tidak memungkinkan dilakukan pada iris mata. Jangankan dilakukan sendiri, merusak atau memanipulasi struktur iris mata melalui operasi pembedahan pun sangat kecil kemungkinannya bisa berhasil. Bukan hanya prosesnya sangat sulit, tapi juga resiko kebutaan amat mungkin terjadi jika ada yang mencoba memanipulasi atau merusak iris mata. Ini artinya, setiap teknologi identifikasi berdasarkan iris mata, dijamin sangat akurat dibanding yang berbasis sidik jari.

Tentunya masih banyak lagi keajaiban iris mata yang belum diketahui oleh teknologi saat ini. Jika dikatakan iris mata adalah keajaiban yang belum sepenuhnya dipahami manusia, hal tersebut sangatlah benar. Keberadaan dan fungsi salah satu bagian dari organ mata ini, menyiratkan betapa luar biasanya manusia diciptakan oleh Tuhan.