Ini Dia Perlengkapan CCTV Yang Wajib Diketahui

Tahukah Anda ketika awal mula digunakan, perlengkapan CCTV (Closed Circuit Television) masih menggunakan teknologi konvensional? Ya, teknologi CCTV saat itu menggunakan kaset perekam atau dikenal dengan istilah VCR (Video Cassete Recorder). Kaset ini punya kapasitas daya simpan terbatas, dan ketika habis harus diganti dengan yang baru.

CCTV juga memerlukan perlengkapan berupa kabel dan terhubung ke ruang monitor tertentu, yang harus diawasi secara langsung oleh operator atau petugas keamanan. Tak hanya itu, CCTV model jadul kualitas gambarnya masih sangat rendah. Bisa dibayangkan bagaimana tampilan gambar dengan resolusi 1 image per 12,8 detik. Bagi Anda yang kini terbiasa menatap gambar dengan kualitas kinclong, melihat gambar video pada CCTV lawas pastilah akan ‘menyakitkan’ mata.

Belum lagi persiapan ketika hendak memasang (instalasi) CCTV konvensional yang ribet. Karena CCTV tersebut butuh kabel, maka bisa dihitung berapa panjang kabel yang dibutuhkan dan ruwetnya penempatan kabel tersebut jika dipasang di gedung bertingkat atau rumah gedong. Anda wajib meminta bantuan tukang instalasi CCTV yang profesional. Ini artinya, butuh biaya tambahan untuk kabel dan biaya instalasi.

Untungnya, terjadi perubahan pada teknologi dan perlengkapan CCTV. Teknologi konvensional mulai terganti oleh kehadiran teknologi digital. Dengan adanya teknologi modern ini, peralatan di CCTV pun semakin praktis dan berkualitas. Dimulai dari perubahan media atau alat perekam yang tak lagi berupa kaset perekam (VCR), kapasitas penyimpanan yang sangat besar, peningkatan kualitas gambar di video, hingga tidak lagi membutuhkan kabel karena tergantikan oleh teknologi nir kabel atau Wifi.

Terkait teknologi nir kabel, juga merevolusi kecanggihan CCTV yang membuatnya dapat dioperasikan atau dimonitor di mana saja dan kapan saja. Tidak lagi diperlukan ruang monitor untuk pengawasan. Cukup memakai personal computer (pc) atau smartphone (telepon genggam) yang terhubung ke internet atau jaringan GPRS.

Memang, sejak teknologi digital dan internet ditemukan, perkembangan CCTV semakin pesat. Apalagi kini teknologi biometrik pun mulai merambah produk tersebut. Jika sebelumnya teknologi biometrik bermula dari dunia kesehatan dan kriminal, yakni untuk mengetahui identitas seseorang dari bagian-bagian tubuh tertentu, maka sekarang ini biometrik juga digunakan pada CCTV. Wujudnya berupa CCTV yang dilengkapi dengan fitur face recognition, yang mampu mengenali identitas seseorang ketika wajah orang tersebut tertangkap oleh kamera CCTV.

Ragam Perlengkapan CCTV
Khusus di tulisan ini, Anda akan mengenal beberapa perlengkapan CCTV yang wajib diketahui. Tujuannya selain untuk memperluas wawasan terkait CCTV, mengetahui peralatan-peralatan tersebut juga membantu Anda jika hendak merakit dan memasang (instalasi) CCTV tanpa bantuan orang lain.

Nah, berikut ini perlengkapan atau peralatannya.

  1. Monitor Atau Layar Televisi
    Ada dua jenis monitor CCTV yang lazim digunakan, yakni jenis tabung CRT (Cathode Ray Tube) dan LCD (Liquid Crystal Display). Ada pun CCTV dengan tabung CRT kini mulai jarang digunakan. Banyak yang beralih ke LCD karena lebih hemat daya listriknya. Monitor CCTV menampilkan apa yang terlihat atau terpantau oleh kamera CCTV. Yang mana, tampilan di monitor akan mengikuti berapa jumlah kamera yang terpasang. Jika ada dua kamera yang terpasang, maka semua hasil pantauan tersebut muncul di layar monitor dalam bentuk matrik 2×2. Begitu pun ketika ada tiga, empat, atau enam kamera, maka tampilan di monitor berupa matrik 3×3, 4×4, atau 6×6.

    Khusus untuk harga monitor jenis LCD, harga di pasaran berkisar satu hingga dua juta rupiah. Sedangkan harga monitor tabung CRT jauh lebih murah, rata-rata di bawah lima ratus ribu. Harga monitor (baik itu jenis LCD atau tabung CRT) tergantung kualitas dari monitor tersebut dan nama merknya. Terkait berapa ukuran layar pada monitor yang ideal, usahakan tidak lebih kecil dari14 inci. Yang artinya semakin besar ukuran monitor malah semakin baik. Ada pun cara mengoperasikan, Anda cukup menyambungkannya dengan ke alat perekam. Bisa menggunakan kabel atau jaringan internet (Wifi).
  2. DVR (Video Recorder Digital)
    Jika sebelumnya bernama VCR, maka dengan beralihnya CCTV berteknologi digital, alat ini pun mengalami perubahan menjadi DVR. Fungsinya serupa dengan VCR, hanya beda bentuk dan peningkatan kualitas. DVR pada CCTV berfungsi mengolah hasil visual dari kamera menjadi video, dan kemudian ditampilkan di monitor. Selain itu, DVR juga berfungsi menyimpan data tersebut dalam format digital (GCIF, MPEG4, atau AVi ), sehingga tidak perlu diganti ulang seperti VCR jika kapasitas penyipanannya sudah habis. Cukup dikosongkan atau dipindahkan ke tempat penyimpan data digital lainnya. kapasitas penyimpanan DVR pun jauh lebih besar dibanding VCR. Ini karena DVR dilengkapi hardisk yang punya kapasitas penyimpanan sekitar 100 GB hingga 1 terabyte.

    Untuk bentuk dan kualitasnya, DVR tidak lagi berbentuk kaset seperti pada VCR. Tapi, bentuknya menyerupai DVD Player minus tempat untuk CD, yang mampu menghasilkan kualitas gambar dengan resolusi tinggi. Pastikan DVR punya slot VGA untuk monitor, slot HDMI untuk LCD TV agar tampilan lebih bening, dan slot LAN yang bisa membuat CCTV diakses via komputer atau smartphone.
  3. Kamera CCTV
    Harga kamera CCTV bervariasi, mulai dari seratus ribu hingga satu jutaan per unitnya. Variasi harga ini dikarenakan variasi jenis kamera (fixed dome, IP, wireless, dan zoom), sensor, dan spesifikasi dari kamera tersebut. Semakin canggih dan berkualitas, maka semakin mahal pula harga yang ditawarkan. Perhatikan pula aspek perawatan dari kamera tersebut agar tetap menghasilkan gambar yang prima.
  4. Adaptor Dan Power Supply Khusus CCTV
    Fungsi adaptor dan power supply adalah menyediakan tegangan yang cocok bagi perlengkapan CCTV lainnya (monitor, alat perekam, dan kamera). Umumnya tegangan yang digunakan 12 Volt DC dan 24 Volt DC, jangan sampai kurang. Sebaiknya pilih merk adaptor yang terkenal awet, karena adaptor dan power supply merupakan jenis perangkat yang rentan jebol atau mengalami kerusakan. Anda tentu tidak ingin jika dalam setahun harus mengganti empat sampai lima kali adaptor dan power supply. Cara mudah untuk mengetahui apakah adaptor dan power supply itu tahan lama, bisa dicek dari harga dan merknya. Semakin mahal dan punya merk ternama, maka kemungkinan besar kualitas dari perangkat tersebut juga terjaga.
  5. Kabel Pada CCTV
    Kabel diperlukan jika Anda memilih jenis CCTV yang menggunakan kabel sebagai perangkatnya. Jika Anda menggunakan CCTV nir kabel atau Wifi, maka keberadaan kabel tidak dibutuhkan. Karena fungsinya untuk menghantar atau menghubungkan perangkat kamera ke alat perekam dan monitor, maka pilih jenis kabel coaxial RG 59 (untuk power dan data) dilengkapi dengan beberapa perangkat tambahan berupa jack dan BNC male dan female. Ada juga pilihan yang lebih praktis yakni jenis kabel sudah jadi, yaitu kabel RCA. Untuk panjang kabel, tersedia mulai dari 10 meter, 15 meter, 20 meter, dan seterusnya.

Bagaimana, ternyata perlengkapan CCTV tidaklah rumit seperti yang Anda bayangkan bukan? Pun untuk memasangnya, akan lebih mudah karena Anda telah mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan.