Cara Membuat Foto Paspor Yang Layak Dan Sesuai Standar

Setiap orang yang ingin pergi ke luar negeri tentunya harus mengantongi paspor terlebih dahulu. Dari paspor tersebut, negara yang dikunjungi akan langsung memeriksa dokumen tersebut begitu tiba di wilyah negara lain, tak terkecuali dengan foto. Foto paspor sejatinya memang memerlukan foto yang menarik, akan tetapi ada hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan.

Tujuan Membuat Paspor Berdasarkan Jenisnya

Paspor sangat diperlukan oleh orang yang ingin bepergian keluar negeri. Dokumen ini menjadi syarat wajib saat seseorang melakukan perjalanan internasional. Tentu saja paspor tersebut akan diperiksa setelah sampai di negara tujuan. Dalam membuat papor tidak boleh asal karena ada dua jenis paspor yang berbeda.

  • Paspor Biasa (Paspor Hijau)

Paspor biasa ini merupakan paspor yang dimiliki masyarakat umum. Dengan menggunakan paspor ini setiap orang bisa berkunjung ke negara lain untuk berbagai keperluan, seperti berlibur, perjalanan bisnis, dan kunjungan keluarga. Pada umumnya, paspor ini dimiliki oleh orang yang hobi travelling. Paspor ini berlaku selama lima tahun. Ini berarti perlu dilakukan perpanjangan apabila masa berlaku sudah mencapai lima tahun. Paspor biasa disebut juga dengan paspor hijau karena warna sampulnya yang berwarna hijau.

Saat ini telah ada paspor biasa dan paspor elektronik. Bentuk keduanya sama-sama berbentuk dokumen, hanya saja untuk paspor elektronik terdapat tambahan chip yang berisi data pemegang paspor dalam bentuk software dan bisa diperiksa menggunakan mesin scanner. Apabila baru pertama kali mengurus paspor, bisa mengurus sendiri ke kantor imigrasi.

  • Papor Dinas (Paspor Biru)

Berbeda dengan paspor hijau, pemilik paspor biru bukanlah sembarang orang. Paspor ini diperuntukkan khusus bagi pegawai negeri sipil dan konsultan pemerintahan yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Meskipun begitu, paspor ini tidak bersifat diplomatik. Untuk mengurus paspor biru ini wajib melampirkan beberapa dokumen yang dibutuhkan, seperti Guarantee Letter, surat bukti kelulusan beasiswa, surat ijin dari atasan, LoA, SP setneg, dan lainnya.

Isi Paspor

Sebagai dokumen yang digunakan untuk bepergian ke luar negeri, dalam paspor berisi segala hal yang menyangkut tentang identitas pemilik paspor. Paspor berisi biodata pemegangnya. Hal ini meliputi tanda tangan, tempat tanggal lahir, informasi kebangsaan, foto pemegang, dan sering juga ditemui informasi mengenai identifikasi individu. Sebuah paspor ada juga yang mencantumkan daftar negara yang tidak boleh dikunjungi oleh pemegang paspor.

Fungsi Foto Paspor

Paspor sangat diperlukan untuk melakukan perjalanan internasional. Dokumen ini wajib ditunjukkan kepada petugas saat memasuki wilayah perbatasan suatu negara baik itu melalui darat, air maupun udara. Isi paspor akan dicocokkan dengan pemegang. Foto pemegang juga tak lepas dari pengecekan. Ini dilakukan untuk mengetahui kecocokan antara wajah pemegang dan wajah yang ada di dalam foto. Akan terjadi masalah apabila muncul ketidakcocokkan antara foto paspor dengan pemegang aslinya.

Syarat Foto Standar Untuk Paspor

Karena paspor merupakan dokumen resmi, maka dari itu foto yang dipasang tidak boleh sembarangan. Untuk keperluan ini seseorang memerlukan foto terbaru agar antara gambar dan pemegang paspor tidak terlihat perbedaan yang mencolok. Sedikit saja perbedaan maka dapat menjadi hal yang mencurigakan ketika sampai di negara tujuan. Syarat foto paspor hampir sama seperti melakukan pas foto untuk keperluan mengurus dokumen-dokumen resmi lain.

  • Menata Rambut Dengan Baik

Foto yang ada dalam paspor harus menampilkan kehidupan sehari-hari. Tidak diperlukan gaya rambut yang tidak biasa. Gaya rambut yang menyesuaikan dengan tren, hanya akan membuat kecurigaan. Penataan rambut harus mewakili penampilan terbaik. Rambut perlu ditata dan disisir dengan baik. Apabila memiliki rambut panjang, maka lebih baik membiarkan rambut terurai jatuh dibelakang punggung. Tentu saja rambut tidak boleh menutupi telinga sehingga perlu menyelipkan rambut di belakang telinga apabila rambut terurai panjang.

  • Merias Wajah Secara Natural

Tidak ada salahnya mengaplikasikan riasan dalam pengambilan foto. Hanya saja untuk foto yang dipasang pada paspor tidak boleh menggunakan riasan yang tebal. Lebih baik mengaplikasikan riasan wajah yang natural. Riasan tipis masih ditoleransi apabila mewakili wajah asli secara keseluruhan. Riasan tebal dapat membuat struktur wajah antara foto dan asli berbeda. Ini dapat menyebabkan seseorang ditahan karena ada ketidaksesuaian. Riasan yang tebal dapat membuat petugas imigrasi tidak mengenali wajah.

  • Mengenakan Pakaian Yang Rapi

Pakaian yang rapi yang digunakan pada foto paspor bukan pakaian yang mencolok. Pakaian yang mencolok hanya akan membuat petugas lebihfokus terhadapa apa yang dikenakan disbanding dengan memperhatikan wajah. Apabila memperpanjang paspor, sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang sama seperti yang ada pada paspor sebelumnya. Disarankan mengenakan pakaian berkerah atau bisa juga mengenakan atasan yang memiliki garis leher tinggi. Pakaian tanpa kerah atau garis leher yang rendah seringkali terlihat seperti tidak memakai pakaian.

  • Tidak Mengenakan Kacamata

Kacamata yang dikenakan harus dilepas saat pengambilan foto untuk mengurus paspor. Ini dilakukan agar wajah dapat tertangkap kamera dengan tepat. Selain itu, penggunaan kacamata dapat menyebabkan kesalahpahaman petugas pemeriksaan nantinya. Apabila diharuskan mengenakan kacamata karena alasan medis, sebaiknya disertakan pula surat keterangan dari dokter. Surat tersebut kemudian dilampirkan bersama dengan formulir pengajuan paspor.

  • Melepaskan Aksesori

Karena bersifat resmi, maka sebaiknya melepas semua aksesori yang menempel pada tubuh terutama area wajah dan sekitarnya, seperti misalnya kalung, lensa kontak, masker atau perhiasan yang terlihat berlebihan. kartu identitas seperti paspor lebih memperlihatkan detail mata, hidung, dan telinga. Begitu pula dengan topi, tidak diperkenankan memakai topi untuk keperluan pengajuan paspor.

  • Postur Tubuh Tegak Saat Pengambilan Foto

Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dan percaya diri, sebaiknya menjaga postur tubuh tegak selama pengambilan foto. Bahu ditarik ke belakang dan hindari mengangkat kepala terlalu tinggi. Ekspresi yang ditunjukkan cukup netral saja. Lebih baik menghindari senyum berlebihan, mengingat foto ini digunakan sebagai kelengkapan mengurus dokumen resmi.

  • Foto Paspor Bagi Muslimah Yang Berhijab

Bagi muslimah berhijab, saat ini tidak perlu cemas karena foto paspor diperbolehkan mengenakan hijab meskipun pada beberapa negara ada yang melarang. Pada dasarnya, foto yang tertempel pada buku paspor lebih menunjukkan area wajah secara jelas. Maka dari itu, tidak masalah jika mengenakan hijab asalkan wajah terlihat dan tidak tertutup niqab.

  • Komposisi Foto

Dari segi komposisi, foto yang digunakan sebagai kelengkapan mengurus paspor menggunakan latar belakang berwarna putih. Pencahayaan harus merata agar tidak muncul bayangan yang menutupi atau bahkan menyilaukan. Cahaya yang menyilaukan dapat membuat hasil foto tidak maksimal. Syarat terakhir saat foto dicetak, kepala harus berukuran 2,54 cm sampai 3,5 cm diukur dari atas kepala hingga dagu.

Setiap aturan dan syarat yang ditetapkan harus dilaksanakan oleh calon pemegang paspor. Ini dikarenakan paspor bukan hanya sebagai dokumen persyaratan memasuki suatu negara. Di dalamnya terdapat identitas, seperti foto paspor yang sangat penting bagi negara. Data dalam paspor akan menginformasikan siapa sebenarnya diri anda.