Cara Kerja Mesin Absensi Fingerprint Berikut Cara Menggunakannya

Mesin fingerprint masih menjadi andalan perusahaan untuk mengetahui tingkat kehadiran karyawannya. Kemajuan teknologi memberikan pengaruh pada perkembangan di semua lini kehidupan manusia. Absensi pun untuk proses pemeriksaan dan pengesahan sudah banyak yang menggunakan sistem yang memiliki basis biometrik.

Pengenalan yang diperoleh dari fisik manusia dalam hal ini tolak ukurnya adalah melalui verifikasi sidik jarilah yang digunakan menjadi jenis pengamanan untuk mengetahui kehadiran seseorang di dalam perusahaan. Untuk lebih jelasnya seperti apakah cara kerja mesin fingerprint berikut cara menggunakannya untuk perhitungan absensi karyawan.

Cara Kerja Mesin Fingerprint

Di bawah ini terdapat proses kerja mesin absensi dengan menggunakan sidik jari. Adapun yang harus Anda lakukan adalah:

1. Mendaftarkan Pemakai (User)

Pengguna mesin absensi untuk mesin fingerprint ini bisa dengan cara mendaftar sampai dengan 10 sidik jari yang akan digunakan untuk satu nomor ID. Tujuannya adalah agar terdapat pilihan saat akan melakukan verifikasi absensi.

Dari segi teoritis mengapa semua jari pengguna (user) wajib diverifikasi ini adalah menjadi upaya jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diharapkan seperti kecelakaan dan ada salah satu jari yang tidak dapat digunakan. Maka masih ada jari lainnya yang dapat digunakan pada proses verifikasi dan validasi data absensi. Pada umumnya verifikasi sidik jari ini minimal menggunakan dua sidik jari yaitu sidik jari telunjuk tangan kiri dan tangan kanan seseorang. Sehingga ketika absensi dan Anda lupa maka cukup mencocokkan sidik jari tangan kanan ataukah tangan kiri yang digunakan pada verifikasi data.

2. Memverifikasi Pengguna (User)

Saat pengguna absensi mengetikkan password setelah sebelumnya harus menempelkan sidik jari pada mesin absensi fingerprint.

Mesin absen fingerprint akan memverifikasi antara sidik jari yang baru saja discan dengan data sidik jari yang sebelumnya sudah tersimpan pada database agar bisa untuk memeriksa ID karyawan dengan baik dan sesuai. Sesaat kemudian apabila verifikasi sudah selesai maka sistem akan memberitahu pada layar Fingerprint Recognition Terminal (FRT), apakah proses verifikasi sudah sesuai atau belum.

3. Batas Perbandingan (Threshold)

Pengaturan batas perbandingan bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut kemungkinan yang bisa saja terjadi baik itu false acceptance dan false rejection.

False acceptance (penerimaan palsu) adalah kesalahan yang terjadi pada perangkat untuk mengenali sidik jari di mana kesalahan yang terjadi yaitu sidik jari pengguna A, namun dianggap sebagai sidik jari pengguna C.

False rejection (penolakan palsu) artinya mesin absensi fingerprint tidak dapat mengenali sidik jari yang sebelumnya sudah didaftarkan.

4. ID Pengguna

Saat Anda mulai mendaftar sidik jari sebagai proses awal maka pengguna akan memiliki nomor ID yang masih baru. Ketika user/pengguna sudah mulai menggunakan sidik jarinya untuk proses verifikasi maka ID yang masih baru tersebut akan mulai digunakan agar bisa terhubung antara pola sidik jari dan password. Masukkan ID Anda melalui keypad atau alat penyimpanan lainnya yaitu kartu RF.

5. Tingkat Kekuasaan

Tingkat kekuasaan pada saat menggunakan mesin fingerprint itu terbagi ke dalam beberapa tahapan agar bisa mengoperasikan mesin absensi dengan baik, adalah:

· Pengguna (User)

Ini adalah orang-orang yang harus mendaftarkan identitas mereka dalam bentuk sidik jari bisa untuk absensi karyawan ataupun untuk tujuan tertentu. Seperti membuka pintu-pintu khusus yang hanya bisa dibuka oleh orang/bagian tertentu di suatu perusahaan.

· Pendaftar

Pendaftar adalah orang yang memiliki kewenangan agar bisa mendaftarkan dan tugas lainnya adalah untuk menghapus pemakai sidik jari pada sistem yang ada.

· Administrator

Administrator adalah orang yang memiliki hak agar bisa mengoperasikannya kecuali tugas untuk melakukan pengaturan lanjutan. Pada pengaturan lanjutan tidak bisa dia lakukan seperti mendaftarkan administrator dan posisi administrator yang berada di atasnya.

· Super Administrator

Super Administrator merupakan orang yang memiliki kewenangan lebih tinggi lagi karena ia bisa dan dapat akses ke semua lini agar bisa untuk melakukan modifikasi ke semua pengaturan sistem absensi yang ada.

Dalam proses ini yang harus diperhatikan adalah:

Pendaftar bisa saja untuk melakukan pendaftaran untuk administrator begitupun dengan super administrator dengan ketentuan apabila sebelumnya belum didaftarkannya super administrator. Sebaliknya jika super administrator lebih terdahulu didaftarkan maka administrator di bawahnya sudah tidak dapat melakukan pendaftaran untuk orang yang kelasnya ada di atas pengguna.

Teknologi biometrik yang saat ini sedang berkembang pesat di semua sektor terutama untuk absensi akan menjadi fingerprint absensi solution. Banyak membantu pekerjaan terutama bagi Anda yang berada dibagian HRD dalam proses perhitungan absensi, gaji, dan lain-lain.

Kehadiran dan cara kerja mesin fingerprint bisa lebih banyak membantu agar karyawan bisa lebih disiplin dan jujur terkait kehadiran di perusahaan sesuai dengan jam kerja yang berlaku.

Cara Penggunaan Mesin Absensi Fingerprint

Anda harus memperhatikan juga cara penggunaan mesin absensi fingerprint yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini sangat penting diketahui dengan baik oleh orang yang bertugas dalam pekerjaan ini karena apabila Anda salah menggunakannya maka bisa saja terjadi kerusakan mulai dari yang ringan sampai kerusakan berat.

Apabila sudah terjadi kerusakan maka biaya service mesin absensi fingerprint akan menghabiskan biaya yang tidaklah sedikit. Kewajiban Anda sebagai pekerja agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik dan penuh dengan tanggung jawab.

Upaya yang harus dilakukan agar mesin absensi tetap terawat dengan baik di antaranya adalah:

· Melindungi dan menghindari mesin absensi fingerprint atau dikenal juga dengan FRT (Fingerprint Recognition Terminal ) baik secara langsung ataupun tidak langsung dari sinar matahari atau sinar kuat. Di mana pada kondisi tersebut akan sangat berpengaruh pada mesin absensi yaitu terjadinya kegagalan saat verifikasi data yang ada.

· Menghindari penggunaan FRT (Fingerprint Recognition Terminal ) dengan lokasi yang terletak pada luar ruangan apalagi suhu dalam kondisi yang panas. Maka perhatikan suhu udara pada saat itu stabilnya adalah berkisar antara suhu 0 s/d 40 derajat celcius.

Kondisi ini harus diperhatikan karena suhu yang panas apalagi dalam waktu yang panjang akan berakibat pada respon mesin absensi fingerprint menjadi lebih lambat sehingga menurunnya tingkat verifikasi saat menggunakan absen.

· Apabila mesin absensi harus ditempatkan pada posisi yang berada di luar ruangan maka sebaiknya Anda memakai atau menggunakan alat pelindung untuk mesin absensi sehingga kondisi mesin absensi fingerprint menjadi lebih dingin.

Dengan lebih mengetahui dengan baik dan sesuai prosedur saat menggunakan mesin absensi fingerprint akan lebih membantu pekerjaan Anda. Pekerjaan menjadi lebih optimal dan proses verifikasi setiap pengguna mesin absensi menjadi lebih cepat. Begitupun dengan mesin absensi menjadi lebih terawat dan tahan lebih lama sehingga pengeluaran perusahaan bisa dikurangi.

Semoga ulasan tersebut bisa bermanfaat dan menambah wawasan.