Berbagai Jenis Teknologi Biometrik Yang Sering Digunakan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi yang begitu pesat menelurkan berbagai penemuan-penemuan baru yang berguna untuk kemudahan dan keamanan proses hidup manusia. Salah satunya adalah jenis teknologi biometrik. Saat biometrik belum ditemukan, banyak sekali berbagai dokumen yang disalahgunakan dan dipalsukan. Namun ketika biometrik ditemukan, segala proses pemalsuan dan penyalahgunaan dokumen perlahan mulai menurun.

Lalu, apa yang dimaksud dengan teknologi biometrik dan mengapa sangat membantu dari segi kemudahan dan keamanan? Bagi yang berkecimpung di dunia teknologi, biometrik bukanlah makhluk asing yang sulit dipahami. Biometrik adalah sebuah penemuan teknologi yang sudah banyak dikembangkan dan dikomersialkan.

Biometrik berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang artinya makhluk hidup dan metron yang artinya dapat diukur atau diidentifikasi. Sedangkan secara terminologi, biometrik adalah pengetahuan mengenai karakteristik biologi yang dapat diukur. Dalam dunia teknologi informasi, biometrik sering diartikan sebagai sebuah teknologi yang bisa digunakan untuk menganalisa fisik maupun kelakuan manusia sebagai proses autentifikasi.

Sebagai masyarakat yang awam, mungkin anda masih bingung dengan devinisi ini. Tanpa anda sadari mungkin anda adalah salah satu dari sekian banyak pengguna teknologi biometrik ini. Seperti penggunaan finger print sebagai sistem absensi karyawan, paspor elektronik sebagai pengganti paspor sebelumnya, membuka kunci smartphone dengan pemindai wajah, dan lain sebaginya.

Inilah devinisi nyata arti dari biometri di ranah teknologi informasi. Sebuah teknologi yang dikembangkan dan dikomersialkan untuk memberi kemudahan pada proses verifikasi identifikasi. Dengan adanya teknologi biometrik ini, sebuah proses verifikasi identifikasi diharapkan akan jauh lebih mudah dan cepat dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Selain tingkat akurasi yang cukup tinggi, teknologi biometrik juga mampu memberikan keamanan data yang bisa diandalkan. Karena menggunakan objek scan bagian tubuh manusia yang antara satu manusia dengan manusia lain tidak sama. Sehingga sulit untuk dilakukan pemalsuan data.

Karena begitu pentingnya peran teknologi biometrik ini maka dikembangkanlah jenis-jenis biometrik lain yang sesuai fungsi untuk mengidentifikasi bagian tubuh tertentu dengan sistem yang berbeda. Beberapa jenis-jenis biometrik sesuai fungsinya untuk mengidentifikasi ciri fisik dan perilakunya antara lain sebagai berikut.

1. Pemindai Sidik Jari

Pemindai Sidik jari adalah penemuan pertama dalam teknologi biometrik. Sidik jari digunakan karena sidik jari masing-masing orang berbeda karakter. Hal inilah yang dijadikan dasar untuk membentuk sistem keamanan biometrik. Sidik jari ini banyak digunakan pada mesin atau sistem absensi karyawan.

Alat yang digunakan adalah scanner sebagai pemindai sidik jari dan perangkat lunaknya. Sidik jari yang ditempel pada scanner akan disimpan dalam template. Dan akan dibandingkan dengan contoh sidik jari yang sudah direkam sebelumnya. Teknologi biometrik sidik jari yang diterapkan akan mengurangi potensi kecurangan absen pada karyawan. Serta sebagai dasar untuk memberi reward dan punishmen sesuai jam kedatangan dan kepulangan karyawan tiap harinya.

2. Pemindai Wajah

Jenis-jenis biometrik lainnya adalah pemindai wajah. Teknologi biometrik yang satu ini telah banyak diaplikasikan pada identifikasi pemilik pada ponsel pintar dan absensi karyawan di beberapa perusahaan swasta di luar negeri. Pemindai wajah dipilih karena wajah dianggap lebih aman jika dibandingkan dengan sidik jari.

Cara kerja mesin pemindai wajah ini tidak jauh beda dengan sidik jari. Kamera yang ada di depan menangkap wajah yang akan dipindai. Hasil pindai akan ditangkap perangkat lunak yang ada di dalamnya. Kemudian dibandingkan dengan sketsa wajah yang sudah tersimpan di dalam perangkat ini. Struktur yang dipindai meliputi alis, hidung, mata, dan jarak diantara keduanya.

3. Pemindai Retina Dan Iris

Setelah sempat diklaim bahwa teknologi biometrik sketsa wajah lebih aman dibandingkan dengan sidik jari, ternyata penemuan baru mengatakan ada yang lebih aman dibanding sketsa wajah. Yaitu pemindai iris dan retina. Kenapa bisa dikatakan lebih aman? Karena lapisan-lapisan pembuluh belakang mata pada tiap orang berbeda. Sehingga bisa didapatkan sistem keamanan yang lebih akurat.

Proses pemindaian iris dan retina juga hampir sama dengan sketsa wajah. Seseorang diminta membuka mata dan memusatkan pandangan pada sebuah titik beberapa detik hingga mesin pemindai dapat menangkap gambar retina sebaik mungkin. Setelah gambar ditangkap, akan dibandingkan dengan gambar retina yang telah disimpan dalam perangkat lunak dengan tingkat keakuratan yang cukup tinggi.

Sisi kelemahan pada sistem verifikasi teknologi biometrik retina dan iris adalah ketidakmampuan sebagian pengguna untuk memfokuskan pandangan pada satu titik hingga kamera bisa menagkapnya. Tidak semua orang mampu melakukannya sehingga bagi sebagian user dirasa cukup menyulitkan.

4. Pemindai Geometri Lengan

Sekilas memang terdengar cukup aneh. Tapi ternyata pemindai geometri lengan ini pernah diterapkan pada olimpiade 1996 sebagai salah satu sistem keamanan. Para peserta diminta untuk meluruskan lengannya di depan kamera atau perangkat lunak. Kemudian data dari tiga dimensi jari-jari dan tulang dari lengan tersebut untuk mencocokkannya pada template atau perangkat lunak yang tersedia. Pada saat sekarang, pemindai geometri lengan ini sudah tidak digunakan lagi. Karena kalah dengan jenia teknologi biometrik lain yang tingkat keakuratannya lebih tinggi.

5. Pemindai Geometri Jari

Tidak jauh beda dengan pemindai geometri lengan. Pada geometri jari ini pengguna diminta untuk meletakkan tangannya dibawah kamera atau perangkat lunak. Lalu kamera akan melakukan scaning untuk mengukur panjang jari, melihat bentuk jari serta tulang-tulang yang ada di dalamnya. Hasil scan ini kemudian akan dicocokkan dengan data yang telah tersimpan di dalam perangkat halus.

6. Pemindai Telapak Tangan

Sistem biometrik pengenalan telapak tangan ini sebenarnya hampir sama dengan pemindai sidik jari. User hanya perlu meletakkan telapak tangannya pada perangkat keras. Dari hasil scan perangkat keras tersebut dihasilkan data berupa pola sidik telapak tangan yang memusatkan pada bagian tepi telapak tangan dan pada tulang-tulangnya. Kemudian dicocokkan pada data yang telah tersimpan pada software untuk proses verifikasi.

7. Pengenalan Pada Suara

Sesuai dengan namanya, teknologi biometrik pengenalan suara ini bekerja dengan cara menangkap suara dari speaker yang kemudian diproses sesuai dengan sifat bahasanya. Lalu dicocokkan dengan data pada software sebagai bentuk dari varifikasi.

Namun sayangnya, teknologi pemindai ini rentan dengan beberapa kelemahan. Dimana tingkat keakuratannya sangat dipengaruhi oleh keramaian saat suara tersebut ditangkap. Selain itu, juga dipengaruhi oleh perubahan suara karena suatu sebab. Misalnya karena sakit atau lelah. Rentan juga disalahgunakan oleh orang lain yang mempunyai tipe suara yang sama. Oleh sebab itu, pemindai suara ini sudah tidak lagi digunakan karena beberapa kelemahan yang menyertainya.

Itulah beberapa jenis teknologi biometrik yang pernah dan banyak digunakan. Dengan mengetahui jenis-jenis biometrik di atas, anda bisa memahami dan menentukan, kira-kira teknologi biometrik mana yang akan anda gunakan sebagai sebuah sistem verifikasi dan keamanan pada instansi anda.

Leave a Reply